Balikpapan, Wadaikaltim.id – Harapan yang sempat menyelimuti proses pencarian akhirnya berganti duka. Setelah dilakukan penyisiran selama hampir satu hari, Tim SAR Gabungan menemukan Abizar (11), bocah yang dilaporkan hilang akibat terseret ombak saat berenang di Pantai Kemala, Balikpapan, dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (12/7/2026) pagi.
Korban ditemukan sekitar pukul 09.25 Wita di perairan Pantai Kemala. Lokasi penemuan berada sekitar 200 meter dari titik awal korban dilaporkan hilang atau lokasi kejadian perkara (LKP) pada Sabtu (11/7/2026).
Penemuan tersebut mengakhiri operasi pencarian yang sejak awal melibatkan berbagai unsur Tim SAR Gabungan. Sejak pagi, petugas menyisir area perairan di sekitar lokasi kejadian dengan mengerahkan personel serta peralatan pendukung.
Koordinator Lapangan Basarnas Balikpapan, Nur Ngalim, mengatakan jasad korban pertama kali ditemukan oleh tim gabungan saat proses penyisiran berlangsung.
Menurutnya, posisi korban berada tidak jauh dari lokasi awal kejadian. Setelah dipastikan ditemukan, petugas segera melakukan proses evakuasi untuk membawa jenazah ke rumah sakit di Kota Balikpapan.
“Alhamdulillah, korban berhasil ditemukan oleh tim gabungan kurang lebih 200 meter dari arah LKP. Setelah ditemukan, jasad korban segera dievakuasi menuju rumah sakit di Kota Balikpapan,” ujar Nur Ngalim.
Ia menjelaskan, proses pencarian dilakukan secara terpadu dengan membagi sektor penyisiran di kawasan perairan Pantai Kemala. Seluruh personel bekerja sesuai prosedur pencarian dan penyelamatan hingga korban berhasil ditemukan.
Nur Ngalim juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam operasi tersebut. Menurutnya, kerja sama lintas instansi menjadi faktor penting dalam pelaksanaan pencarian.
Unsur yang terlibat dalam operasi SAR meliputi Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, serta sejumlah relawan yang turut membantu sejak hari pertama pencarian.
“Kami mewakili pimpinan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh elemen yang terlibat. Semoga dedikasi yang diberikan dari awal hingga akhir pencarian ini menjadi amal ibadah bagi kita semua,” tuturnya.
Peristiwa yang menimpa Abizar bermula pada Sabtu (11/7/2026) pagi. Saat itu korban bersama tiga rekannya berenang di kawasan Pantai Kemala.
Diduga, keempat anak tersebut berenang terlalu jauh ke tengah laut hingga terseret arus dan ombak. Kondisi tersebut menyebabkan mereka kesulitan kembali ke bibir pantai.
Dalam insiden itu, tiga anak berhasil diselamatkan oleh warga dan petugas yang berada di sekitar lokasi. Sementara Abizar dinyatakan hilang sehingga memicu operasi pencarian oleh Tim SAR Gabungan.
Operasi pencarian berlangsung sejak hari pertama dengan menyisir area perairan menggunakan berbagai metode pencarian sesuai kondisi di lapangan. Tim terus memperluas area penyisiran hingga korban akhirnya ditemukan pada Minggu pagi.
Tidak lama setelah proses evakuasi korban selesai, kembali muncul laporan adanya seorang anak yang diduga terseret ombak di kawasan Pantai Minpera, Balikpapan, yang lokasinya tidak jauh dari Pantai Kemala.
Beruntung, dalam peristiwa tersebut korban berhasil diselamatkan oleh warga sebelum sempat hanyut lebih jauh. Kejadian itu kembali menjadi pengingat agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pantai, terutama ketika kondisi ombak sedang tidak bersahabat. (Sin)











