Borneoinsight.com, Balikpapan – Langkah nyata untuk meminimalisasi dampak buruk dunia siber pada anak terus dilakukan oleh Satgaswil Kaltim Densus 88 AT Polri.
Bertempat di SDN 013 Balikpapan Kota pada Sabtu (22/8/2026), kepolisian menggelar program khusus bertajuk “Literasi dan Keamanan Digital bagi Pelajar”.
Agenda tersebut difokuskan untuk membentungi para murid dari ancaman bahaya konten negatif, intoleransi, hingga pemahaman ekstremisme berbasis kekerasan.
Dalam sesi pemaparan, tim edukasi menginstruksikan para siswa agar selalu bersikap kritis dan tidak asal menerima ajakan dari akun tidak dikenal di internet.
Anak-anak juga diingatkan untuk menjauhi grup atau forum virtual yang terindikasi menyebarkan ujaran kebencian serta ajakan berbuat kekerasan.
Kepolisian turut mengimbau para pelajar agar tidak ikut menyebarkan informasi yang bersifat provokatif maupun memicu permusuhan antar sesama.
Sebagai langkah deteksi dini, materi sosialiasi diarahkan pada penguatan nilai-nilai toleransi, sikap saling menghargai, dan semangat menjaga persatuan nasional.
Upaya ini dipandang sangat vital agar anak-anak usia sekolah dasar memiliki ketahanan mental dan kecerdasan digital sejak awal.
Seorang personel tim penyuluh menegaskan bahwa “pembekalan literasi siber sejak usia dini merupakan benteng paling efektif dalam mencegah masuknya pengaruh radikalisme di lingkungan sekolah.”
Melalui pembekalan ini, para siswa diharapkan mampu memanfaatkan teknologi secara bijak sekaligus menjadi agen penangkal narasi destruktif di ruang digital. (Sin)












