Samarinda, Hallokaltim.id – Pengelolaan dana keagamaan di Kalimantan Timur kini mulai diarahkan pada penguatan ekonomi berdikari guna memutus rantai kemiskinan secara sistematis melalui penyertaan modal kerja.
Gagasan pemanfaatan zakat produktif tersebut mengemuka saat Wakil Gubernur Kaltim H. Seno Aji meresmikan agenda BAZNAS Strategic Development (BSD) dan Rakorda BAZNAS se-Kaltim di Pendopo Odah Etam, Samarinda, Senin (10/8/2026) malam.
Dalam pengarahannya, Seno Aji secara terbuka mendorong pengurus BAZNAS untuk tidak ragu mematok patokan penerimaan baru hingga Rp30 miliar pada tahun berjalan.
Langkah berani menaikkan estimasi penerimaan ini merujuk pada performa positif penggalangan zakat infak sedekah yang dibukukan BAZNAS Kaltim sepanjang paruh pertama tahun ini.
Hingga akhir Juni 2026, realisasi dana yang berhasil dihimpun oleh BAZNAS di tingkat provinsi telah mencatatkan angka impresif melebihi Rp19 miliar.
Melihat tren tersebut, Wagub meyakini batas atas target awal yang semula dirancang sebesar Rp25 miliar bakal terlampaui dalam waktu dekat.
“Kita bersama-sama para pengurus Baznas kabupaten kota, seluruhnya 10 kabupaten kota, bisa juga secara gesit dan secara cepat mengumpulkan zakat dari beberapa pegawai negeri sipil di daerah masing-masing, tentu saja dikomando oleh kepala daerah, dan diberikan kepada UMKM setempat,” jelas Seno Aji di hadapan forum.
Strategi utama yang diinstruksikan orang nomor dua di Kaltim ini mencakup pengerahan potensi zakat dari jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di level kabupaten dan kota.
Seno Aji menggarisbawahi pentingnya peran aktif para kepala daerah untuk menjadi komando dalam menggerakkan kepatuhan berzakat bagi para aparatur di lingkungannya.
Di sisi lain, pergeseran paradigma penyaluran bantuan menjadi perhatian serius Pemprov Kaltim, di mana zakat tak lagi sekadar disalurkan dalam bentuk bantuan bahan pokok mentah.
Penyaluran dana kini diprioritaskan untuk mengintervensi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar memiliki daya saing serta ketahanan finansial.
Langkah ini dinilai amat strategis mengingat sektor UMKM merupakan penggerak utama dalam menjaga stabilitas roda perekonomian kerakyatan di wilayah Bumi Etam.
“BAZNAS Kaltim adalah salah satu dari senjata kita para kepala daerah untuk bisa membantu mensejahterakan rakyat dari hasil pengumpulan zakat dari masyarakat juga. Maka itu kami kita bangun kolaborasi yang semakin kuat,” kata Seno Aji menegaskan instrumen tersebut.
Kemitraan yang kokoh antara jajaran pemerintah dan BAZNAS dipercaya sanggup menuntaskan berbagai persoalan kerentanan sosial dengan lebih cepat dan terukur.
“BAZNAS dan pemerintah berjalan beriringan bersama masyarakat,” ujar Wagub mengakhiri pesannya seraya mengapresiasi kinerja seluruh pengurus.
Malam pembukaan forum ini turut dihadiri Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa’adi, Ketua BAZNAS Kaltim Drs. H. Ahmad Nabhan, Wali Kota Bontang dr. Hj. Neni Moerniaeni, Bupati Kutai Timur Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, beserta perwakilan Forkopimda.
Adapun rangkaian pembahasan strategis Rakorda pimpinan BAZNAS dari 10 kabupaten/kota ini dipusatkan di Hotel Harris Samarinda dan berlangsung hingga Kamis, 13 Agustus 2026. (Sin)












