Borneoinsight.com, Samarinda – Suasana tenang di kawasan pemukiman warga Jalan Senyiur 1 Gang Suka Damai 2 Blok A, Kelurahan Loa Bahu, mendadak berubah menjadi kepanikan.
Peristiwa yang mengejutkan warga Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, tersebut terjadi tepat pada pertengahan hari.
Peristiwa nahas berawal dari munculnya kepulan asap pekat yang membumbung tinggi dari sebuah bangunan hunian.
Waktu kejadian diperkirakan berlangsung sekitar pukul 11.00 WITA di pertengahan pekan tersebut.
Ketua RT 04 setempat, Sukarti, menjadi salah satu saksi mata yang pertama kali menyadari tanda-tanda awal bahaya.
Pandangan mata Sukarti tertuju pada gumpalan asap tebal yang keluar dari arah bangunan bangsal kayu.
Tanpa berpikir panjang, ketua RT tersebut langsung bergegas menuju pusat tempat kejadian perkara.
Langkah kakinya terhenti saat menyaksikan jilatan api sudah membara hebat menyelimuti seluruh bagian bangunan.
Cuaca terik yang menyengat pada siang itu disinyalir mempercepat penyerapan api ke material kayu yang mudah terbakar.
Bangunan utama yang hangus dilahap si jago merah tersebut merupakan bangsal dua pintu.
Tercatat ada sekitar enam jiwa yang menggantungkan tempat tinggal pada bangunan dua petak tersebut.
Di tengah kepungan api yang terus membesar, keberuntungan masih memihak kepada seluruh penghuni rumah.
Para warga yang berada di dalam bangunan berhasil meloloskan diri ke area aman sebelum api menutup akses keluar.
Warga sekitar tidak mendengar adanya suara ledakan dari dalam area bangunan sebelum kobaran api membumbung.
Mengenai pemicu utama yang melandasi timbulnya percikan api, hingga saat ini belum dapat dipastikan secara rinci.
Laporan darurat yang masuk ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda langsung ditindaklanjuti cepat.
Personel dari Posko 3 diterjunkan ke lokasi dengan dukungan penuh dari armada Posko 10 dan Posko 4.
Narahubung Disdamkarmat Samarinda, Hery Suhendra, menerangkan bahwa kendala utama petugas di lapangan adalah sempitnya lebar gang permukiman.
Meskipun harus berjibaku memutar otak dan mengerahkan armada tangki berukuran kecil bersama relawan, penanganan intensif selama 35 menit akhirnya berhasil memadamkan api yang meratakan dua bangunan serta merusak dua bagian dapur rumah di sekitarnya. (Sin)












