Borneoinsight.com, Samarinda – Perhelatan MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional yang makin dekat mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengintensifkan masa persiapan para wakil daerahnya.
Fokus pembinaan saat ini terarah pada pelaksanaan latihan simulasi (Try Out) yang dipadukan dengan Training Center (TC) tahap ketiga bagi seluruh peserta terpilih.
Langkah ini dirancang untuk mengukur kematangan teknik sekaligus menggembleng kesiapan mental para kafilah sebelum terjun ke gelanggang kompetisi di Sulawesi Selatan.
Rangkaian agenda pemantapan tersebut resmi dibuka pada Kamis (20/8/2026) berlokasi di Aula PPT serta Masjid Al-Jihad MAN 2 Samarinda secara hibrida.
Penjelasan terkait teknis pembinaan disampaikan oleh Plt. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltim, Yuli Fitriyanti, dalam kapasitasnya sebagai Ketua Panitia.
Ia menegaskan bahwa seluruh tahapan ini merupakan kelanjutan dari proses penyaringan peserta pada ajang Seleksi MTQ KORPRI Tingkat Provinsi akhir 2025 lalu.
Melalui ajang simulasi ini, para utusan daerah diajak mengasah keahlian serta mempererat keterikatan antaranggota tim agar lebih solid.
Sementara itu, program TC difokuskan pada pemantapan materi secara berkelanjutan demi mendongkrak performa kontingen secara menyeluruh.
Secara total, terdapat 38 peserta terbaik putra dan putri dari unit KORPRI perangkat daerah provinsi hingga tingkat kabupaten/kota yang terlibat.
Peta sebaran kontingen meliputi 15 utusan dari Samarinda, masing-masing 5 perwakilan dari Balikpapan, Bontang, dan Kutai Timur, 4 orang dari Berau, 2 dari PPU, serta masing-masing 1 dari Mahakam Ulu dan Paser.
Pelaksanaan Try Out digelar selama sehari penuh pada Kamis (20/8/2026) dengan menerjunkan 20 peserta secara luring di Samarinda dan 18 peserta secara daring.
Sesi pembekalan dilanjutkan melalui TC III selama dua hari, Jumat dan Sabtu (21-22/8/2026), yang dipusatkan secara dalam jaringan dari Kantor BKD Kaltim.
Untuk mengoptimalkan materi, panitia menghadirkan 10 instruktur tingkat nasional serta 9 pelatih lokal yang memiliki kepakaran di bidang masing-masing.
Penggemblengan intensif yang didukung pembiayaan LPTQ Kaltim 2026 dan APBD BKD Kaltim ini diharapkan mampu mengantarkan kafilah Kaltim meraih raihan prestasi tertinggi di tingkat nasional. (Sin)












