Samarinda – Borneoinsight.com – Perayaan kemerdekaan tak selalu harus berlangsung meriah di tengah kerumunan. Bagi anak-anak UPTD Panti Sosial Asuhan Anak Harapan Samarinda, semangat HUT ke-81 Republik Indonesia justru hadir melalui kebersamaan sederhana yang meninggalkan kesan mendalam.
Suasana berbeda terasa di lingkungan panti pada Minggu (23/8/2026). Sejumlah anak tampak antusias mengikuti berbagai permainan dan perlombaan yang diinisiasi Pengurus Cabang (PC) Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Kota Samarinda.
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi para penghuni panti untuk menikmati atmosfer perayaan kemerdekaan yang sebelumnya belum sempat mereka rasakan. Kehadiran para pemuda TIDAR membuat lingkungan panti berubah menjadi ruang penuh aktivitas, tawa dan semangat kompetisi.
Ketua PC TIDAR Samarinda, Ibnu Wahyudi, mengatakan kegiatan itu bermula setelah pihaknya berkomunikasi dengan pengasuh panti. Dari komunikasi tersebut, panitia mengetahui bahwa anak-anak belum menggelar perlombaan dalam rangka memperingati kemerdekaan.
“Kami mengetahui adik-adik di sini belum sempat mengadakan lomba 17-an. Jadi kami berinisiatif datang untuk berbagi kebahagiaan bersama mereka,” ujar Ibnu.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan sebagai hiburan. TIDAR ingin menciptakan ruang interaksi yang memungkinkan anak-anak menikmati waktu bersama sekaligus mengembangkan keberanian, kreativitas dan kemampuan mereka.
Ibnu juga menilai anak-anak membutuhkan ruang untuk beraktivitas di luar rutinitas pendidikan. Karena itu, berbagai perlombaan disusun dengan konsep yang menyenangkan agar peserta dapat berkompetisi tanpa kehilangan suasana kekeluargaan.
Lebih jauh, ia berharap kegiatan tersebut mampu memberikan dorongan positif bagi anak-anak dalam mempersiapkan masa depan. Semangat kebersamaan dan kepemudaan yang dibawa dalam kegiatan itu diharapkan menjadi bekal untuk melahirkan generasi yang mandiri dan memiliki daya juang menuju Indonesia Emas 2045.

Apresiasi datang dari pihak panti. Perwakilan pengasuh UPTD Panti Sosial Asuhan Anak Harapan, Haiman Mazidi, menyebut kedatangan TIDAR menjadi kejutan yang menggembirakan bagi anak-anak.
Haiman mengatakan, perhatian yang diberikan kepada penghuni panti memiliki arti tersendiri. Tidak hanya karena menghadirkan kegiatan hiburan, tetapi juga karena anak-anak mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dan merasakan perhatian dari lingkungan di luar panti.
“Anak-anak yang sebelumnya belum merasakan lomba kemerdekaan, hari ini akhirnya bisa bermain dan tertawa bersama. Kami tentu sangat berterima kasih,” ungkap Haiman.
Antusiasme peserta terlihat sejak perlombaan pertama dimulai. Anak-anak usia lebih muda mengikuti sejumlah permainan seperti lomba mewarnai, memasukkan pensil ke dalam botol serta tiup bola pingpong yang menguji konsentrasi dan ketangkasan.
Bagi peserta remaja, tantangan diberikan dalam bentuk lomba yang mengasah pengetahuan dan kemampuan berbicara. Lomba cerdas cermat menjadi salah satu kegiatan yang menguji wawasan, sementara baca puisi memberikan ruang untuk menampilkan kemampuan seni dan ekspresi.
Suasana semakin semarak ketika para penghuni panti mendapat kesempatan tampil dalam TIDAR Idol. Panggung sederhana tersebut berubah menjadi tempat bagi anak-anak untuk menunjukkan bakat sekaligus membangun rasa percaya diri.
Salah satu peserta, Eva, siswi kelas IX SMPN 34 Samarinda, mengaku senang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar sehingga anak-anak panti memiliki lebih banyak kesempatan mengikuti aktivitas bersama.

“Kegiatannya seru banget. Semoga ke depan ada lagi kegiatan seperti ini. Terima kasih untuk kakak-kakak yang sudah datang,” tutur Eva.
Bagi PC TIDAR Samarinda, kegiatan tersebut menjadi salah satu cara memaknai kemerdekaan melalui aksi nyata. Bukan sekadar menghadirkan perlombaan, tetapi membuka ruang kebersamaan agar anak-anak di panti juga dapat merasakan kegembiraan perayaan kemerdekaan dan terus menatap masa depan dengan penuh keyakinan.(sen/dv)












