BorneoInsight.com- Samarinda – Sebuah bangunan yang difungsikan sebagai rumah tinggal sekaligus tempat usaha di Jalan Ciptomangunkusumo, RT 04, Kelurahan Gunung Panjang, Kecamatan Samarinda Seberang, hangus terbakar pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 10.20 Wita. Insiden tersebut menyebabkan bangunan mengalami kerusakan berat, sementara seorang pemilik rumah mengalami luka bakar ringan saat berusaha menyelamatkan diri.
Bangunan yang dihuni oleh satu keluarga dengan lima anggota itu sehari-hari digunakan sebagai warung makan sekaligus tempat usaha pencucian sepeda motor. Kebakaran tidak menimbulkan korban jiwa, namun aktivitas usaha milik keluarga tersebut untuk sementara terpaksa berhenti. Besaran kerugian materi masih didata oleh pihak berwenang.
Saksi mata di lokasi, Ahmad, mengungkapkan kobaran api pertama kali terlihat muncul dari bagian belakang bangunan. Saat kejadian, warung diketahui sedang tidak beroperasi sehingga tidak ada aktivitas memasak di dalam bangunan.
“Warung memang tutup hari ini, jadi tidak ada yang memasak. Saya melihat api berasal dari bagian belakang, tepatnya di sekitar kulkas. Tidak lama kemudian api sudah membesar dan memenuhi bagian dalam bangunan,” ujar Ahmad.
Ia menambahkan, api dengan cepat membesar karena di dalam bangunan terdapat banyak material yang mudah terbakar. Kondisi tersebut membuat warga sekitar tidak sempat melakukan pemadaman awal karena kobaran api sudah telanjur membesar.
Laporan kebakaran diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda sekitar pukul 10.25 Wita. Mendapat laporan tersebut, petugas langsung mengerahkan armada beserta personel menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Disdamkarmat Kota Samarinda, Akhmad Supriyanto, mengatakan prioritas petugas saat tiba di lokasi adalah mengendalikan api agar tidak merambat ke bangunan lain yang berada di sekitar titik kebakaran.
“Kami menerima informasi sekitar pukul 10.25 Wita. Tim langsung bergerak ke lokasi dan fokus melakukan pemadaman agar api tidak meluas ke bangunan di sekitarnya,” katanya.
Dalam penanganan kejadian itu, Disdamkarmat mengerahkan personel dari dua posko dengan tiga unit mobil pemadam kebakaran. Proses pemadaman juga mendapat bantuan dari relawan dan pemadam kebakaran swasta sehingga total enam unit mobil tangki serta sekitar 15 mesin pompa portabel diterjunkan ke lokasi.
Menurut Supriyanto, proses pemadaman berlangsung relatif cepat karena lokasi kebakaran berada di tepi jalan sehingga memudahkan armada menjangkau titik api.
“Syukur alhamdulillah tidak ada hambatan berarti selama proses pemadaman. Akses menuju lokasi cukup mudah sehingga api dapat dikendalikan sekitar 15 menit setelah petugas melakukan penanganan,” tutupnya.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang, sementara petugas terus melakukan pendataan terhadap kerugian yang ditimbulkan akibat peristiwa tersebut. (S.A.)












