• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
Borneo Insight
Advertisement
  • Beranda
  • Etam 24
    • Balikpapan
    • Berau
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Samarinda
  • Ekonomi dan Bisnis
  • UMKM
  • Wisata dan Kuliner
  • Hobi dan Liburan

    Cleaners Vs. Disinfectants: What You Need to Know

    Betterment Moves Beyond Robo-Advising with Human Financial Planners

    U.S. Online Sales Surge, Shoppers Throng Stores On Thanksgiving Evening

    The Victoria’s Secret 2016 Show Was Straight Out Of ‘Game of Thrones’

    Watch As Flares Are Set Off In The Crowd To Mark Liam Gallagher’s Arrival In Glasgow

    Trending Tags

    • Pandemic
  • Olahraga
  • Pariwara
    • Dinkes Kaltim
    • DPRD Kaltim
    • Pemkab Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Etam 24
    • Balikpapan
    • Berau
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Samarinda
  • Ekonomi dan Bisnis
  • UMKM
  • Wisata dan Kuliner
  • Hobi dan Liburan

    Cleaners Vs. Disinfectants: What You Need to Know

    Betterment Moves Beyond Robo-Advising with Human Financial Planners

    U.S. Online Sales Surge, Shoppers Throng Stores On Thanksgiving Evening

    The Victoria’s Secret 2016 Show Was Straight Out Of ‘Game of Thrones’

    Watch As Flares Are Set Off In The Crowd To Mark Liam Gallagher’s Arrival In Glasgow

    Trending Tags

    • Pandemic
  • Olahraga
  • Pariwara
    • Dinkes Kaltim
    • DPRD Kaltim
    • Pemkab Kaltim
No Result
View All Result
Borneo Insight
No Result
View All Result
Home Etam 24 Samarinda

Kasus Pembunuhan Munir Belum Tuntas, Koalisi Sipil Samarinda Desak Buka Berkas TPF

Memperingati 22 tahun kematian sang pembela HAM di udara, koalisi masyarakat sipil di Kaltim ajukan lima desakan konkret dan tolak penghentian perkara.

AdminWeb by AdminWeb
7 September 2026
in Samarinda
0
Kasus Pembunuhan Munir Belum Tuntas, Koalisi Sipil Samarinda Desak Buka Berkas TPF

Aksi ini menolak penghentian penyidikan kasus pembunuhan berencana pada 2004 silam. (Foto instagram @aksikamisankaltim)

0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Borneoinsight.com, Samarinda – Sorotan publik terhadap impunitas kejahatan politik masa lalu kembali diarahkan ke pusat kekuasaan dari Kalimantan Timur. Sekelompok elemen masyarakat sipil yang terhimpun dalam Koalisi September Hitam memilih turun langsung ke jalan raya guna memecah keheningan atas lambannya penuntasan pembunuhan berencana terhadap Munir Said Thalib.

Titik kumpul aksi dipusatkan di ruas Simpang Lembuswana, Kota Samarinda, bertepatan dengan momentum petang hari, Senin (7/9/2026). Kawasan publik yang padat lalu lintas tersebut dimanfaatkan sebagai panggung terbuka untuk menyuarakan kritik terhadap mandeknya agenda reformasi hukum nasional.

Gerakan moral ini menandai tepat dua puluh dua tahun berlalunya peristiwa kelam di angkasa luar. Pada 7 September 2004, tokoh utama penggerak advokasi kemanusiaan Indonesia tersebut mengembuskan napas terakhir di dalam kabin penerbangan komersial Garuda Indonesia dengan rute Jakarta menuju Amsterdam.

Kepastian mengenai musabab kematian Munir terkuak melalui pemeriksaan ilmiah tim forensik di Belanda, yang mendeteksi konsentrasi senyawa racun arsenik dalam jumlah mematikan di organ vital almarhum.

Peristiwa berdarah tersebut dipandang bukan sekadar musibah personal, melainkan operasi intelijen sistematis yang dirancang untuk mematahkan keberanian kaum pembela hak asasi di tanah air.

Di sela rentetan orasi politik, suasana unjuk rasa mendadak hening tatkala salah seorang peserta melantunkan gubahan bait sajak penuh kedukaan. Sajak itu dialamatkan langsung untuk mendiang aktivis yang lekat dengan panggilan Cak Munir: “Dimana kau. Tak bisa kah bertahan sebentar saja. Agar kita bisa menyiasati pertemuan, menggambar pelukan demi pelukan, mengatur gerakan demi gerakan, membuat tulisan demi tulisan.”

Gema puisi tersebut menghadirkan kembali ingatan publik terhadap figur yang tak kenal kompromi saat berhadapan dengan kesewenang-wenangan aparatur kekuasaan.

Massa aksi menilai, memelihara ingatan kolektif masyarakat merupakan benteng terakhir dalam melawan upaya sistematis melupakan kejahatan masa lalu.

Tinjauan yuridis atas penanganan kasus ini memperlihatkan jurang pemisah yang sangat lebar antara keadilan substantif dan formalitas prosedural. Langkah penegak hukum dinilai baru berhenti pada tataran pelaku teknis di lapangan, tanpa pernah menyentuh lingkaran perencana utama.

Sosok pilot Pollycarpus Budihari Priyanto bersama sejumlah jajaran manajemen maskapai penerbangan milik negara memang pernah divonis hukuman penjara oleh majelis hakim.

Kendati vonis pidana tersebut telah selesai dijalani, teka-teki mengenai siapa pengendali instruksi di balik eksekusi maut tersebut tidak pernah terjawab tuntas di ruang sidang.

Koalisi menilai negara seolah menutup mata terhadap rantai komando yang melatari persekongkolan jahat tingkat tinggi tersebut.

Kondisi tersebut diperparah oleh lenyapnya kejelasan tindak lanjut atas naskah investigasi komprehensif yang telah diserahkan Tim Pencari Fakta (TPF) belasan tahun silam.

Ketidakjelasan sikap institusi penegak hukum terhadap berkas TPF dinilai mempertebal budaya kebal hukum bagi elite politik maupun aparat keamanan yang terindikasi terlibat.

Perwakilan narahubung Koalisi September Hitam, Yopin Pratama, menyampaikan pandangan resminya di hadapan awak media dan peserta unjuk rasa terkait lamanya proses hukum yang berlarut-larut.

“22 tahun adalah waktu yang terlalu panjang bagi sebuah keluarga untuk menunggu keadilan,” tegas Yopin mengenai beban emosional dan psikologis yang harus ditanggung keluarga korban selama lebih dari dua dekade.

Yopin menegaskan bahwa penyelesaian kasus pembunuhan Munir bukan semata-mata menyangkut satu lembar catatan dalam arsip sejarah, melainkan tolak ukur integritas aparat penegak hukum Indonesia di mata dunia internasional.

Ia juga menyoroti lambannya progres kerja Tim Ad Hoc Penyelidikan Pelanggaran HAM Berat Kasus Pembunuhan Munir yang sebelumnya dibentuk oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

Melalui mimbar aksi di Samarinda tersebut, Koalisi September Hitam secara resmi mendeklarasikan lima butir resolusi bersama yang ditujukan kepada pemangku kebijakan di tingkat pusat.

Poin pertama dan kedua berfokus pada ranah pro-justitia, yakni desakan kepada Komnas HAM dan Kejaksaan Agung untuk menyelesaikan penyelidikan secara terbuka serta menyeret seluruh perancang aksi ke meja hijau tanpa hak imunitas.

Poin ketiga menuntut pemerintah segera membuka seluruh isi berkas laporan TPF kepada masyarakat umum, disusul poin keempat yang meminta pemberantasan segala privilese impunitas bagi pemangku jabatan.

Sebagai butir penutup, koalisi menagih jaminan payung hukum yang konkret untuk memproteksi segenap pegiat HAM dari teror, ancaman pidana, ataupun pembunuhan di masa depan, seraya menggemakan ikrar penutup: “Munir boleh dibunuh, tetapi kebenaran tidak pernah bisa dibungkam. Usut tuntas pembunuhan Munir, hentikan impunitas.” (Sin)

Tags: Headline
Previous Post

Klarifikasi Isu Air Hujan Tercemar Modifikasi Cuaca, BPBD Samarinda: Informasi Liar Tanpa Sumber Jelas

Next Post

PENGEJAWANTAHAN NILAI-NILAI TOLERANSI DALAM PERINGATAN MAULID NABI SAW

AdminWeb

AdminWeb

Berita Terkait

Cekungan Maut Eks Galian Bayur Samarinda Telan Korban Jiwa Anak 7 Tahun
Samarinda

Cekungan Maut Eks Galian Bayur Samarinda Telan Korban Jiwa Anak 7 Tahun

by AdminWeb
15 September 2026
PENGEJAWANTAHAN NILAI-NILAI TOLERANSI DALAM PERINGATAN MAULID NABI SAW
Artikel

PENGEJAWANTAHAN NILAI-NILAI TOLERANSI DALAM PERINGATAN MAULID NABI SAW

by AdminWeb
11 September 2026
Klarifikasi Isu Air Hujan Tercemar Modifikasi Cuaca, BPBD Samarinda: Informasi Liar Tanpa Sumber Jelas
Samarinda

Klarifikasi Isu Air Hujan Tercemar Modifikasi Cuaca, BPBD Samarinda: Informasi Liar Tanpa Sumber Jelas

by AdminWeb
6 September 2026
Transformasi Hotel Claro Pandurata Samarinda Incar Pasar Olahraga
Samarinda

Transformasi Hotel Claro Pandurata Samarinda Incar Pasar Olahraga

by AdminWeb
4 September 2026
Tuntut Keadilan DBH, Aliansi Rakyat Kaltim Menduduki Samarinda
Samarinda

Tuntut Keadilan DBH, Aliansi Rakyat Kaltim Menduduki Samarinda

by AdminWeb
4 September 2026
Next Post
PENGEJAWANTAHAN NILAI-NILAI TOLERANSI DALAM PERINGATAN MAULID NABI SAW

PENGEJAWANTAHAN NILAI-NILAI TOLERANSI DALAM PERINGATAN MAULID NABI SAW

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

  • Kasus Samarinda Half Marathon Naik Penyidikan, Polisi Tetapkan Penyelenggara sebagai Tersangka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hotel Bumi Senyiur Samarinda Resmi Membuka Kembali Kamar Secara Bertahap Dengan Konsep Lebih Modern dan Nyaman.

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gerbang Awal Menjadi Generasi Berakhlak, SMP Plus Berbasis Pesantren Salsabila Samarinda Sambut Santri Baru Tahun Ajaran 2026/2027

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Viral Isu Ban Motor Gundul Ditilang Rp250 Ribu, Satlantas Samarinda Tegaskan Utamakan Edukasi demi Keselamatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pramugari Asal Samarinda Wakili Indonesia di Miss Asia Pacific International 2026, Siap Harumkan Nama Bangsa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Archives

  • September 2026
  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026

Categories

  • Artikel
  • Balikpapan
  • Berau
  • Berau
  • DPRD Kaltim
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Etam 24
  • Hobi dan Liburan
  • Kriminal
  • Kutai Kartanegara
  • Kutai Timur
  • Nasional
  • Olahraga
  • Penajam Paser Utara
  • Pendidikan
  • Pendidikan
  • Samarinda
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Wisata dan Kuliner

Kategori

  • Artikel
  • Balikpapan
  • Berau
  • Berau
  • DPRD Kaltim
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Etam 24
  • Hobi dan Liburan
  • Kriminal
  • Kutai Kartanegara
  • Kutai Timur
  • Nasional
  • Olahraga
  • Penajam Paser Utara
  • Pendidikan
  • Pendidikan
  • Samarinda
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Wisata dan Kuliner

Cari berdasarkan tag

Explore Bali Headline headlines Kebakaran Market Stories Pandemic Premium Stay Home United Stated Vaccine Work From Home Wuhan

Berita Terbaru

  • Cekungan Maut Eks Galian Bayur Samarinda Telan Korban Jiwa Anak 7 Tahun
  • Bakar Lahan di Tengah Ratusan Titik Panas, 3 Warga Kutim Diringkus Polisi
  • 30 Tahun PTGMI Mengabdi, DPC Samarinda Perkuat Kepedulian Kesehatan Gigi Generasi Muda

Copyright © 2026 Borneo Insight - All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer

Copyright © 2026 Borneo Insight - All Right Reserved.