Borneoinsight.com, Samarinda – Keheningan hari Minggu di kawasan permukiman padat Jalan Sepakat RT 17, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda, mendadak buyar tatkala musibah kebakaran melanda sebuah bangunan bangsalan dua lantai sekitar pukul 07.40 Wita.
Insiden yang memicu kepanikan massal tersebut bermula dari munculnya kepulan asap pekat yang bersumber dari salah satu pintu bagian bawah bangunan, yang seketika disadari oleh para warga sekitar sebagai ancaman bahaya besar.
Di tengah kepanikan yang melanda, sang ibu sempat bertindak cepat menyelamatkan dua buah hatinya ke luar ruangan, namun histeris seketika pecah tatkala menyadari satu anak lainnya masih tertidur lelap di dalam kamar lantai bawah.
Warga sekitar yang mendengar teriakan panik tersebut langsung berhamburan mendekati lokasi untuk memberikan bantuan, di mana Hayul Koyum bersama warga lainnya bergegas mendobrak pintu belakang bangsalan yang terkunci rapat guna menembus kepungan asap.
Kendati pintu berhasil dibuka, upaya penyelamatan sempat menemui jalan buntu akibat kobaran api di dalam kamar sudah terlanjur membesar dan menghalangi akses masuk secara total.
Setelah berjibaku memadamkan titik api dengan peralatan seadanya hingga kondisi mulai terkendali, warga akhirnya mendapati korban terbaring tengkurap dan tertutup selimut tanpa menunjukkan tanda-tanda kehidupan di dalam kamar tersebut.
Korban segera dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan darurat berupa CPR dan dilarikan ke Puskesmas Jalan Merdeka, namun tim medis yang memberikan bantuan oksigen menyatakan bahwa nyawa bocah malang tersebut sudah tidak dapat diselamatkan.
Pihak kepolisian dari Polsek Sungai Pinang yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Iptu Dedi Lantang langsung bergerak cepat mendatangi lokasi serta RSUD AWS untuk melakukan olah TKP, menghimpun keterangan saksi, sekaligus memasang garis polisi guna menyelidiki penyebab pasti musibah maut ini.












