Borneoinsight.com, Samarinda – Sektor perekonomian Kota Samarinda menunjukkan denyut yang semakin bergairah seiring berkembangnya pusat-pusat kegiatan masyarakat. Hal ini terlihat jelas saat malam puncak peringatan 12 tahun berdirinya BIG Mall Samarinda yang berlangsung meriah di kawasan Atrium Utama pada Sabtu (31/10/2026). Ribuan pasang mata tampak memenuhi area mal untuk menyaksikan momen bersejarah sekaligus menikmati hiburan istimewa dari penyanyi jebolan Indonesian Idol 2025, Fajar Noor.
Memasuki usia satu dekade lebih dua tahun, destinasi belanja terbesar di Kota Tepian ini tidak sekadar berfungsi sebagai lokasi transaksi komersial, melainkan telah bertransformasi menjadi pusat interaksi sosial. Keberhasilan mempertahankan eksistensinya hingga saat ini dianggap sebagai momentum emas untuk memperluas jangkauan kolaborasi. Pihak manajemen menilai bahwa langkah inovatif harus terus digalakkan guna menjawab tantangan gaya hidup masyarakat modern yang kian dinamis.
General Manager BIG Mall Samarinda, Tumpal MP Silalahi, menyatakan bahwa pencapaian selama 12 tahun ini merupakan pijakan penting untuk melangkah lebih jauh. “Perjalanan selama 12 tahun merupakan kesempatan untuk terus bertumbuh, berinovasi, serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak,” tuturnya saat merefleksikan perjalanan panjang pusat perbelanjaan tersebut. Ia menambahkan bahwa kesinambungan bisnis mal sangat bergantung pada sinergi yang solid antara pihak pengelola, pemerintah daerah, mitra usaha, dan masyarakat luas.
Apresiasi tinggi turut mengalir dari jajaran Pemerintah Kota Samarinda atas kontribusi nyata yang diberikan oleh pusat perbelanjaan ini terhadap laju roda perekonomian lokal. Keberadaan ratusan tenant dan pelaku UMKM yang beroperasi di dalamnya dinilai sukses membuka lapangan kerja serta menggerakkan perputaran uang di daerah. Sektor perniagaan modern semacam ini terbukti menjadi salah satu pilar penopang ketahanan ekonomi kota.
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, mengungkapkan bahwa angka mobilitas masyarakat yang berkunjung ke lokasi tersebut terbilang sangat fantastis. “BIG Mall menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat dengan jumlah kunjungan yang dapat mencapai lebih dari 10 ribu orang, bahkan berkisar 17 ribu hingga 25 ribu pengunjung saat akhir pekan,” ungkap Saefuddin di hadapan para tamu undangan.
Tingginya grafik kunjungan tersebut diprediksi bakal mengalami kenaikan signifikan seiring mendekatinya momentum libur panjang di penghujung tahun. “Jumlah tersebut berpotensi meningkat pada periode Natal dan Tahun Baru,” sambung Saefuddin saat memproyeksikan lonjakan pengunjung yang kerap terjadi pada momentum perayaan hari besar nasional.
Kehadiran ribuan pengunjung setiap harinya secara otomatis memberikan dampak positif yang nyata bagi para pelaku bisnis ritel maupun usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Perputaran transaksi yang masif di dalam mal mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif lokal agar semakin berdaya saing. Oleh karena itu, sinergi antara pengelola tempat belanja dan para pelaku usaha kecil diharapkan dapat terus terjalin secara berkelanjutan.
Rangkaian acara perayaan hari jadi ke-12 ini ditutup dengan komitmen bersama untuk menyongsong masa depan bisnis komersial yang lebih inklusif dan inovatif. Pihak pengelola bertekad akan terus meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitas demi mempertahankan posisinya sebagai ruang publik andalan warga Samarinda. (Sin)












