Samarinda – BorneoInsight.com –
Aktivitas lalu lintas di Jalan Sirad Salman, Samarinda, kembali dihadapkan pada persoalan infrastruktur jalan yang rusak. Sebuah lubang berukuran cukup besar di ruas tersebut menjadi perhatian masyarakat karena dinilai membahayakan pengguna jalan yang melintas setiap hari.
Kondisi jalan yang terus mengalami kerusakan membuat warga sekitar semakin waswas. Terlebih, lokasi lubang berada di jalur kendaraan yang memiliki tingkat mobilitas tinggi, baik pada siang maupun malam hari.
Kekhawatiran itu mendorong sejumlah relawan dari komunitas Ghost Aspal turun langsung ke lapangan pada Senin (1/6/2026) malam. Mereka melakukan upaya penanganan sementara dengan menutup bagian jalan yang berlubang agar risiko kecelakaan dapat ditekan.
Aksi sosial tersebut berlangsung sekitar pukul 22.00 WITA. Dengan peralatan dan material yang tersedia, para relawan berupaya membuat permukaan jalan lebih aman bagi pengendara yang melintas.
Bagi warga setempat, keberadaan lubang itu bukan lagi persoalan baru. Kerusakan jalan disebut telah berlangsung cukup lama dan semakin melebar seiring tingginya intensitas kendaraan yang melintas setiap hari.
Menurut keterangan masyarakat, posisi lubang yang berada tepat di lintasan kendaraan membuatnya sulit dihindari, terutama bagi pengendara roda dua yang berada di belakang mobil atau kendaraan berukuran besar.
Tidak sedikit pengendara yang baru menyadari keberadaan lubang ketika jarak sudah terlalu dekat. Situasi tersebut sering membuat mereka kehilangan kendali saat berusaha menghindar secara mendadak.
Warga mengungkapkan, sejumlah insiden kecelakaan telah terjadi di lokasi tersebut. Sebagian besar melibatkan pengendara sepeda motor yang terjatuh akibat menghantam bagian jalan yang rusak.
Dalam beberapa waktu terakhir, setidaknya terdapat beberapa korban yang mengalami kecelakaan di titik tersebut. Beruntung, insiden yang terjadi masih sebatas menyebabkan luka ringan dan kerusakan pada kendaraan. 
Meski demikian, masyarakat menilai kondisi itu tidak boleh dianggap sepele. Mereka khawatir kerusakan jalan yang terus dibiarkan dapat memicu kecelakaan dengan dampak yang lebih fatal di kemudian hari.
Keberadaan lubang di jalan utama seperti Sirad Salman juga dinilai mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Selain berpotensi menimbulkan kecelakaan, kerusakan tersebut membuat arus kendaraan kerap melambat ketika pengendara berusaha menghindarinya.
Warga berharap perhatian dari instansi terkait dapat segera diwujudkan dalam bentuk perbaikan permanen. Mereka menilai penanganan cepat diperlukan agar masalah serupa tidak terus berulang.
Langkah yang dilakukan relawan Ghost Aspal mendapat respons positif dari masyarakat. Aksi tersebut dianggap sebagai bentuk kepedulian sosial yang lahir dari keresahan bersama terhadap keselamatan pengguna jalan.
Namun di balik upaya darurat yang dilakukan warga, tersimpan harapan besar agar pemerintah segera mengambil tindakan nyata. Sebab, hanya melalui perbaikan menyeluruh dan berkelanjutan, potensi kecelakaan akibat kerusakan jalan dapat benar-benar dihilangkan. (IM&DFA)










