Borneoinsight.com, Jakarta – Memasuki usia ke-80 tahun, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran sebagai bank nasional pertama milik negara melalui agenda transformasi yang dijalankan secara berkelanjutan. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menjaga pertumbuhan usaha sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi Indonesia.
Peringatan hari jadi BNI tahun ini mengusung tema “Swadharma Bhakti Nagara”, yang mencerminkan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Tema tersebut menjadi landasan bagi perusahaan untuk terus beradaptasi menghadapi perubahan industri keuangan sekaligus memperkuat daya saing di tengah dinamika ekonomi global.
Direktur Finance & Strategy BNI, Hussein Paolo Kartadjoemena, menegaskan bahwa transformasi yang dilakukan perseroan tidak hanya berorientasi pada peningkatan kinerja bisnis semata. Menurutnya, perubahan tersebut juga diarahkan untuk membangun fondasi perusahaan yang lebih tangguh sehingga mampu menghadapi berbagai tantangan sekaligus memanfaatkan peluang pertumbuhan di masa mendatang.
Ia menjelaskan, penguatan transformasi BNI berjalan seiring dengan upaya pembenahan tata kelola badan usaha milik negara melalui Danantara Indonesia. Kebijakan tersebut dinilai mampu memperkuat penciptaan nilai jangka panjang sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan perusahaan agar semakin kompetitif.
Sepanjang beberapa tahun terakhir, BNI terus melakukan pembenahan di berbagai lini bisnis. Transformasi dilakukan mulai dari pengembangan layanan digital, peningkatan produktivitas organisasi, optimalisasi jaringan layanan, hingga penguatan sistem manajemen risiko sebagai fondasi pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Di sektor layanan digital ritel, BNI terus mengembangkan platform wondr by BNI sebagai salah satu andalan dalam memberikan kemudahan layanan perbankan kepada masyarakat. Inovasi tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mempercepat digitalisasi sekaligus meningkatkan pengalaman transaksi nasabah.
Hingga penghujung tahun 2025, jumlah pengguna wondr by BNI telah melampaui 12 juta nasabah. Tingginya aktivitas transaksi melalui platform digital tersebut turut memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan tabungan ritel serta memperkuat penghimpunan dana murah yang menjadi salah satu indikator penting dalam bisnis perbankan.
Tidak hanya pada segmen ritel, BNI juga memperkuat layanan di sektor wholesale banking melalui pengembangan BNIdirect. Platform tersebut menyediakan berbagai layanan bagi pelaku usaha, mulai dari cash management, trade finance, bank guarantee hingga supply chain financing guna mendukung kebutuhan transaksi bisnis secara lebih efisien.
Pengembangan layanan digital untuk nasabah korporasi menunjukkan hasil yang positif. Selama tahun 2025, jumlah pengguna maupun nilai transaksi melalui BNIdirect meningkat lebih dari 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut ikut mendorong pertumbuhan giro korporasi sekaligus meningkatkan kualitas layanan transaksi bagi dunia usaha.
Keberhasilan transformasi yang dijalankan perusahaan tercermin pada capaian kinerja keuangan sepanjang tahun 2025. BNI berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp20 triliun, sekaligus menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menjaga profitabilitas di tengah tantangan perekonomian yang terus berkembang.
Selain mencatatkan pertumbuhan laba, kualitas aset perseroan juga mengalami perbaikan. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) bruto berhasil ditekan hingga mencapai 1,9 persen, sementara indikator Loan at Risk (LaR) turun menjadi 8,5 persen. Perbaikan tersebut menunjukkan semakin sehatnya portofolio pembiayaan yang dikelola perusahaan.
Kinerja positif tersebut berlanjut memasuki tahun 2026. Hingga akhir Mei, total aset BNI tercatat mencapai Rp1.365,36 triliun. Sementara dana pihak ketiga yang berhasil dihimpun perusahaan mencapai Rp1.063,92 triliun, mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan BNI.
Pada periode yang sama, perseroan juga membukukan laba bersih sebesar Rp9,05 triliun. Dari sisi permodalan, posisi keuangan BNI tetap berada pada level yang kuat dengan total ekuitas mencapai Rp160,99 triliun, sehingga memberikan ruang yang memadai untuk mendukung ekspansi bisnis secara berkelanjutan.
Menurut Hussein Paolo Kartadjoemena, fondasi bisnis yang semakin kokoh menjadi modal penting bagi perusahaan untuk terus menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan. BNI menilai pertumbuhan perusahaan harus berjalan beriringan dengan peningkatan manfaat bagi nasabah, pemegang saham, masyarakat, serta perekonomian nasional.
BNI juga memandang keberadaan Danantara Indonesia sebagai peluang strategis dalam memperkuat sinergi antar-BUMN. Melalui pengelolaan investasi yang lebih terintegrasi, peningkatan produktivitas, serta penguatan tata kelola perusahaan, BNI optimistis mampu meningkatkan daya saing sekaligus menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar dalam jangka panjang.
Ke depan, BNI menegaskan akan terus melanjutkan agenda transformasi sebagai bagian dari komitmen untuk menghadirkan layanan perbankan yang semakin modern, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Dengan semangat “Terus Mengabdi untuk Terus Melayani”, perseroan optimistis mampu mempertahankan pertumbuhan yang sehat, memperluas kontribusi terhadap pembangunan nasional, serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi negara dan seluruh lapisan masyarakat. (Sin)












