Borneoinsight, Samarinda – Gema semangat kebangsaan memenuhi kawasan persimpangan Simpang Lembuswana di Kota Samarinda. Pemandangan tak biasa terlihat tatkala ribuan massa memadati pusat lalu lintas tersebut dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.
Agenda tahunan ini diselenggarakan guna membangkitkan nasionalisme sekaligus mempererat tali persaudaraan antarwarga. Seluruh komponen masyarakat bahu-membahu menyukseskan gelaran pengibaran Sang Saka Merah Putih di lokasi terbuka.
Jumlah massa yang memadati arena diperkirakan menembus angka 2.000 orang. Dari total tersebut, sekitar 1.500 di antaranya merupakan personil sukarelawan dari berbagai wadah kemanusiaan yang berdomisili di Kota Tepian.
Deretan peserta upacara diwarnai oleh beragam profesi dan latar belakang sosial. Komunitas pengemudi ojek berbasis aplikasi melangkah bersama barisan petugas penyelamat dari pelbagai instansi daerah.
Petugas lapangan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, hingga jajaran Pemadam Kebakaran berdiri berdampingan membentuk barisan yang rapi di tengah arena persimpangan.
Keterlibatan aktif unsur TNI-Polri dan personil Satuan Lalu Lintas makin menambah kedisiplinan jalannya prosesi. Ormas lokal serta elemen pemuda juga tak ketinggalan mengambil peran dalam momen bersejarah ini.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar menyambut hangat antusiasme massa yang hadir. Perwira menengah ini menyatakan bahwa pemandangan inklusif tersebut merupakan gambaran nyata dari kokohnya persatuan warga Samarinda.
Menurut Hendri, rasa kekeluargaan yang terjalin erat antarwarga daerah ini bukanlah hal yang tercipta secara instan. Hubungan harmonis tersebut telah terbina dengan sangat kuat melalui berbagai kerja sama sosial di lapangan.
Pihaknya menilai bahwa berkumpulnya kelompok masyarakat yang bervariasi ini menjadi momentum yang sangat bernilai. Kehadiran mereka di satu titik efektif memupuk rasa syukur atas nikmat kemerdekaan bangsa.
Khidmatnya acara kian terasa sewaktu bendera kebangsaan mulai dinaikkan ke puncak tiang. Seluruh hadirin serentak memberikan penghormatan diiringi alunan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang membahana.
Rangkaian penghormatan bendera disikapi sebagai bentuk apresiasi tinggi atas jasa para pejuang terdahulu. Momen ini sekaligus menjadi pengingat bagi generasi penerus untuk menjaga warisan kemerdekaan.
Hendri menggarisbawahi bahwa kemerdekaan yang diraih melalui perjuangan panjang harus diisi dengan perbuatan yang membawa manfaat nyata. Setiap warga negara dipanggil untuk berkontribusi positif bagi sekitarnya.
Ia menambahkan bahwa komitmen untuk berbuat baik dan menjaga ketenteraman lingkungan merupakan bentuk tanggung jawab moral bersama yang harus terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari.
Secara khusus, jajaran kepolisian menyampaikan rasa hormat kepada para sukarelawan dan petugas penanganan darurat. Mereka dinilai selalu sigap berada di garis terdepan saat terjadi krisis kemanusiaan.
Kordinasi yang padu antara tim relawan, aparat TNI-Polri, serta pemerintah daerah terbukti menjadi kunci utama penanganan bencana alam, insiden kebakaran, maupun potensi gangguan ketertiban umum secara cepat.
Keberadaan kelompok sukarela dipandang sebagai pilar penting ketahanan sosial di Samarinda. Respons spontan tanpa membedakan latar belakang menjadi keunggulan utama warga saat menghadapi situasi darurat.
Aparat berharap agar ikatan persatuan dan kesiapsiagaan ini senantiasa terjaga. Pembangunan sarana fisik kota diharapkan berjalan selaras dengan penguatan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Pada kesempatan terpisah, Tokoh Info Taruna Samarinda Joko Iswanto yang akrab dipanggil Jokis menjelaskan latar belakang kegiatan di kawasan persimpangan tersebut.
Jokis mengungkapkan bahwa tradisi pengibaran bendera ini telah berjalan sebanyak tujuh kali sejak tahun 2020. Penyelenggaraan tahun ini makin berkesan berkat kepemimpinan Kapolresta Samarinda sebagai pimpinan apel, dipadu aksi penyiraman air dari armada pemadam kebakaran untuk menyegarkan suasana kemarau serta harapan akan besarnya partisipasi pemerintah pada edisi berikutnya. (Sin)












