Borneoinsight.com, Samarinda – Akses masyarakat Samarinda menuju ruang terbuka hijau di sepanjang tepian Sungai Mahakam bakal segera meluas seiring rampungnya pengerjaan lanjutan proyek waterfront city kebanggaan warga setempat.
Pemerintah daerah setempat mengonfirmasi operasionalisasi Teras Samarinda Tahap II yang meliputi segmen 2, 3, dan 4 dijadwalkan mulai dibuka lewat serangkaian agenda seremoni pada 29 Agustus 2026.
Menjelang dibukanya fasilitas publik tersebut, Wali Kota Samarinda Andi Harun turun langsung meninjau kesiapan akhir di lapangan guna memastikan kelayakan sarana yang akan digunakan masyarakat.
Pemeriksaan menyeluruh dilakukan pada malam hari dengan menyisir seluruh sudut fisik bangunan, ketahanan tata ruang hijau, keandalan sistem utilitas, hingga kebersihan area.
Langkah verifikasi mendalam ini dipandang krusial agar operasional kawasan tidak menyisakan kendala teknis yang berpotensi mengganggu kenyamanan warga saat berkunjung.
Berdasarkan hasil pemantauan teranyar, kesiapan infrastruktur di tiga segmen tersebut dinilai telah memenuhi parameter dasar untuk menerima kunjungan publik secara resmi.
Kendati demikian, otoritas setempat tidak menampik masih adanya sejumlah pekerjaan minor yang memerlukan sentuhan penyempurnaan di beberapa titik konstruksi.
Pemerintah Kota Samarinda menegaskan sisa pekerjaan berskala kecil tersebut tidak akan dibiarkan terbengkalai meski prosesi pembukaan kawasan tetap berjalan sesuai jadwal.
Segala bentuk perbaikan detail tetap menjadi tanggung jawab pihak kontraktor pelaksana di bawah pengawasan Dinas PUPR sepanjang berlakunya masa pemeliharaan konstruksi.
Di sisi lain, pembukaan pada pengujung Agustus ini belum mencakup segmen 1 yang memuat struktur penghubung langsung menuju area Teras Samarinda tahap terdahulu.
Pengerjaan segmen penghubung tersebut masih terus berlangsung di lapangan mengingat masa kontrak pengerjaannya baru akan berakhir pada Desember 2026 mendatang.
Pemerintah menargetkan penyelesaian segmen 1 dapat dikejar sebelum tutup tahun agar masyarakat bisa menikmati integrasi penuh kawasan saat momentum perayaan pergantian tahun 2026 menuju 2027.
Tantangan iklim kemarau yang sempat berdampak pada kondisi rumput taman turut menjadi salah satu perhatian utama dalam inspeksi tersebut.
Merespons kondisi tersebut, instruksi penggantian rumput yang mati langsung dikeluarkan dibarengi penambahan unit penyiram otomatis (sprinkler) guna menjaga kesegaran vegetasi.
Sistem distribusi air dan pompa penyiraman juga telah melalui tahap uji coba untuk memastikan suplai air bersih bekerja secara optimal sepanjang waktu.
Aspek estetika interior bangunan penunjang turut ditertibkan, termasuk rencana penyingkiran perabot lama yang dinilai sudah tidak selaras dengan arsitektur modern bangunan baru.
Mengingat luas dan panjangnya bentang lahan Tahap II, strategi pengelolaan kebersihan dan pertamanan kini dibagi lintas instansi agar beban kerja tidak menumpuk di satu pihak.
Dinas Lingkungan Hidup diberi mandat merawat kebersihan koridor dari kawasan sekitar Masjid Raya Darussalam menuju batas area Pelindo, sementara urusan lanskap tanaman tetap dipegang Dinas Perhubungan.
Sebelum pagar pembatas proyek dibuka secara penuh, dinas teknis diminta membersihkan lumut dan endapan kotoran sisa genangan air agar kawasan langsung menyatu secara apik dengan badan jalan.
Sebagai langkah pencegahan kemacetan dan parkir liar di median jalan, kendaraan pengunjung diarahkan memanfaatkan area basement Pasar Pagi sebagai bagian dari pembentukan budaya tertib berparkir serta kebiasaan berjalan kaki di ruang publik yang terjangkau. (Sin)












