Borneoinsight.com, Samarinda – Kepanikan hebat melanda warga di kawasan Jalan DI Panjaitan, Kecamatan Samarinda Utara, saat petang mulai membayang pada Rabu sore.
Satu unit toko bangunan yang berlokasi tak jauh dari persimpangan jalan mendadak mengeluarkan kepulan asap tebal yang membumbung tinggi.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 18.20 WITA tersebut secara cepat menarik perhatian masyarakat sekitar dan pengguna jalan yang melintas.
Situasi berubah menjadi sangat menegangkan begitu disadari bahwa terdapat penghuni yang masih berada di dalam bangunan yang terbakar.
Panggilan darurat segera dilayangkan ke markas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda untuk meminta bantuan armada.
Merespons laporan tersebut, personel gabungan dari Posko 2 dan Posko 7 Disdamkarmat langsung meluncur deras ke titik lokasi kejadian.
Perjuangan pemadaman ini turut mendapat sokongan penuh dari deretan relawan pemadam kebakaran swakarsa setempat.
Langkah evakuasi darurat langsung diprioritaskan begitu tim tiba dan memastikan adanya warga yang terisolasi di dalam ruko.
Akses masuk menuju bagian dalam ruko menyajikan tantangan berat akibat tumpukan barang dagangan dan material bangunan yang menghalangi.
Jarak pandang di dalam ruangan bahkan menyentuh titik terendah lantaran pekatnya gumpalan asap hitam yang mengepung seluruh sudut.
Menghadapi kendala fisik tersebut, tim penyelamat (rescue) memutar otak dan memutuskan untuk menembus bangunan melalui jalur bagian atas.
Kasi Pemadaman dan Investigasi Disdamkarmat Kota Samarinda, Wisnu, menyatakan bahwa penerimaan laporan kebocoran api dan asap tercatat pada jam 18.20 WITA.
Wisnu mengungkapkan bahwa sinergi antara armada Posko 2, Posko 7, dan unsur relawan menjadi penentu keberhasilan penetrasi awal ke lokasi.
Siasat memutar jalur melalui atap dan celah atas bangunan akhirnya membuahkan hasil positif bagi keselamatan para penghuni.
Sebanyak empat orang yang terdiri atas dua jiwa dewasa dan dua anak-anak berhasil dikeluarkan dari cengkeraman asap pekat.
Pemeriksaan awal di lokasi menunjukkan ketiga korban ditemukan bertahan di lantai dasar, sedangkan satu korban lainnya terisolasi di lantai dua.
Wisnu mengonfirmasi bahwa seluruh warga yang dievakuasi berada dalam kondisi sadar dan penuh saat dijangkau oleh petugas penyelamat.
Sesaat setelah berhasil dikeluarkan, keempat korban langsung dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah menggunakan armada medis untuk observasi menyeluruh.
Pamapta I Polresta Samarinda, Ipda Mat Bahri, membenarkan perihal penemuan serta penyelamatan para penghuni yang sempat terjebak di area interior toko.
Proses pemadaman total memerlukan waktu lebih dari satu jam, sementara penyebab pasti pemicu timbulnya api masih dalam tahap penyelidikan kepolisian. (Sin)












