• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
Borneo Insight
Advertisement
  • Beranda
  • Etam 24
    • Balikpapan
    • Berau
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Samarinda
  • Ekonomi dan Bisnis
  • UMKM
  • Wisata dan Kuliner
  • Hobi dan Liburan

    Cleaners Vs. Disinfectants: What You Need to Know

    Betterment Moves Beyond Robo-Advising with Human Financial Planners

    U.S. Online Sales Surge, Shoppers Throng Stores On Thanksgiving Evening

    The Victoria’s Secret 2016 Show Was Straight Out Of ‘Game of Thrones’

    Watch As Flares Are Set Off In The Crowd To Mark Liam Gallagher’s Arrival In Glasgow

    Trending Tags

    • Pandemic
  • Olahraga
  • Pariwara
    • Dinkes Kaltim
    • DPRD Kaltim
    • Pemkab Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Etam 24
    • Balikpapan
    • Berau
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Samarinda
  • Ekonomi dan Bisnis
  • UMKM
  • Wisata dan Kuliner
  • Hobi dan Liburan

    Cleaners Vs. Disinfectants: What You Need to Know

    Betterment Moves Beyond Robo-Advising with Human Financial Planners

    U.S. Online Sales Surge, Shoppers Throng Stores On Thanksgiving Evening

    The Victoria’s Secret 2016 Show Was Straight Out Of ‘Game of Thrones’

    Watch As Flares Are Set Off In The Crowd To Mark Liam Gallagher’s Arrival In Glasgow

    Trending Tags

    • Pandemic
  • Olahraga
  • Pariwara
    • Dinkes Kaltim
    • DPRD Kaltim
    • Pemkab Kaltim
No Result
View All Result
Borneo Insight
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Pendidikan Inklusif Bukan Sekadar Menerima, Sekolah Dituntut Pastikan Semua Anak Mendapat Hak Belajar

Regulasi telah memberikan jaminan kesetaraan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Namun, keterbatasan tenaga pendamping, fasilitas, dan pemahaman tenaga pendidik masih menjadi tantangan dalam penerapannya.

AdminWeb by AdminWeb
2 November 2026
in Pendidikan
0
Pendidikan Inklusif Bukan Sekadar Menerima, Sekolah Dituntut Pastikan Semua Anak Mendapat Hak Belajar

foto ilustrasi

0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Borneoinsight.com, Samarinda – Pendidikan inklusif masih menghadapi berbagai tantangan dalam penerapannya di lingkungan sekolah. Tidak sedikit anak berkebutuhan khusus yang telah diterima sebagai peserta didik di sekolah reguler, tetapi belum sepenuhnya mendapatkan kesempatan belajar sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Gambaran tersebut terlihat dari pengalaman seorang anak dengan hambatan penglihatan yang duduk di bangku paling depan kelas. Meski hadir mengikuti kegiatan belajar setiap hari, materi yang ditulis guru di papan tulis tidak pernah dibacakan. Kondisi itu membuat anak tersebut secara administratif berstatus sebagai siswa, tetapi belum terlibat secara optimal dalam proses pembelajaran.

Persoalan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan inklusif tidak cukup diwujudkan hanya dengan membuka pintu sekolah bagi anak berkebutuhan khusus. Lebih dari itu, sekolah harus memastikan setiap peserta didik memperoleh akses, kesempatan, serta dukungan pembelajaran yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya.

Pendidikan inklusif pada dasarnya bukan bentuk belas kasihan atau kemurahan hati lembaga pendidikan. Hal tersebut merupakan hak setiap anak untuk memperoleh pendidikan yang layak, bermutu, dan bebas dari diskriminasi, termasuk kesempatan belajar bersama teman sebaya dalam lingkungan yang mendukung keberagaman.

Secara regulasi, Indonesia sebenarnya telah memiliki landasan hukum yang mengatur penyelenggaraan pendidikan inklusif. Salah satunya melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 70 Tahun 2009 tentang Pendidikan Inklusif yang memberikan kesempatan kepada peserta didik berkebutuhan khusus untuk mengikuti pendidikan di sekolah reguler.

Selain itu, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas turut menegaskan hak penyandang disabilitas untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu dan tanpa diskriminasi. Kedua regulasi tersebut menjadi dasar penting dalam mendorong terciptanya sistem pendidikan yang lebih setara dan terbuka bagi seluruh anak.

Meski demikian, keberadaan aturan belum sepenuhnya sejalan dengan kondisi di lapangan. Sejumlah sekolah yang menyelenggarakan pendidikan inklusif masih menghadapi keterbatasan, mulai dari belum tersedianya guru pendamping khusus, fasilitas yang ramah disabilitas, hingga minimnya pemahaman tenaga pendidik mengenai metode pembelajaran yang adaptif.

Akibatnya, penyelenggaraan pendidikan inklusif terkadang hanya terlihat dari status atau label sekolah. Sementara itu, pelaksanaan pembelajaran yang seharusnya mengakomodasi kebutuhan seluruh peserta didik belum berjalan secara maksimal.

Dalam pandangan penulis, persoalan mendasar pendidikan inklusif tidak hanya berkaitan dengan keterbatasan anggaran maupun infrastruktur, tetapi juga cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Selama disabilitas masih dianggap sebagai kekurangan yang harus dikasihani, upaya pendidikan inklusif berpotensi hanya berorientasi pada pemberian bantuan, bukan menciptakan lingkungan belajar yang setara.

Padahal, sistem pendidikan seharusnya mampu menyesuaikan diri dengan keberagaman kemampuan peserta didik. Anak tidak semestinya dipaksa mengikuti satu metode pembelajaran yang sama, melainkan sekolah perlu menyediakan pendekatan yang lebih fleksibel agar setiap anak dapat memahami materi sesuai kebutuhannya.

Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan adalah desain pembelajaran universal. Melalui konsep tersebut, materi pelajaran dapat disampaikan dalam berbagai bentuk, seperti teks, suara, maupun gambar. Begitu pula dengan penilaian yang tidak hanya mengandalkan tes tertulis, tetapi dapat dilakukan melalui ujian lisan ataupun proyek sesuai kemampuan peserta didik.

Penerapan pembelajaran yang adaptif juga menempatkan guru sebagai pihak penting dalam keberhasilan pendidikan inklusif. Namun, tidak semua tenaga pendidik memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan yang memadai, baik melalui pendidikan di perguruan tinggi maupun pelatihan selama menjalankan profesi. Kondisi ini dapat membuat sebagian guru kesulitan menghadapi keberagaman kebutuhan siswa di dalam kelas.

Karena itu, mahasiswa calon guru, khususnya dari program Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), perlu mendapatkan pemahaman pendidikan inklusif sejak masa perkuliahan. Kemampuan mengenali kebutuhan peserta didik, menyusun metode pembelajaran yang dapat disesuaikan, serta membangun budaya kelas yang saling menghargai menjadi bekal penting bagi calon pendidik. Dukungan pemerintah daerah dan kepala sekolah juga diperlukan melalui pelatihan berkelanjutan, penyediaan guru pendamping khusus, serta kerja sama dengan orang tua dan komunitas.

Pendidikan inklusif tidak hanya memberikan manfaat bagi anak berkebutuhan khusus. Kehadiran peserta didik dengan latar belakang dan kemampuan yang beragam juga menjadi kesempatan bagi siswa lainnya untuk mengembangkan empati, kerja sama, dan sikap menghargai perbedaan. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi anak dalam menjalani kehidupan bermasyarakat yang penuh keberagaman.

Dengan demikian, pendidikan inklusif tidak seharusnya dipandang sebagai program tambahan yang hanya dijalankan ketika sekolah memiliki waktu dan anggaran. Lebih dari itu, pendidikan inklusif merupakan tanggung jawab bersama untuk memastikan tidak ada anak yang kehilangan haknya dalam memperoleh pembelajaran. Pertanyaan yang perlu dijawab bukan lagi sebatas apakah sekolah bersedia menerima anak berkebutuhan khusus, melainkan sejauh mana sekolah mampu memastikan setiap anak benar-benar belajar dan berkembang. Sebab, bangku yang terisi belum tentu menjadi bukti bahwa hak pendidikan telah terpenuhi.

Catatan penulis: Artikel ini ditulis oleh Efilin, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Kelas E Angkatan 2024, Universitas Mulawarman, untuk memenuhi tugas Ujian Tengah Semester (UTS) mata kuliah Pendidikan Inklusi dengan dosen pengampu Ady Setiawan, S.Pd., M.Pd.

Tags: Headline
Previous Post

Tembus 25 Ribu Pengunjung, BIG Mall Samarinda Rayakan Milad ke-12

Next Post

Prakiraan BMKG APT Pranoto Samarinda: Waspada Curah Hujan Rendah di Kaltim

AdminWeb

AdminWeb

Berita Terkait

Pendidikan Inklusif di Samarinda Masih Hadapi Tantangan, Kesiapan Sekolah Jadi Sorotan
Pendidikan

Pendidikan Inklusif di Samarinda Masih Hadapi Tantangan, Kesiapan Sekolah Jadi Sorotan

by AdminWeb
2 November 2026
Asah Nyali Siswa Tembus Kancah Dunia, Musyawarah Guru SMK Lintas Pesisir Kaltim Gaet Asisten Pengajar AS
Balikpapan

Asah Nyali Siswa Tembus Kancah Dunia, Musyawarah Guru SMK Lintas Pesisir Kaltim Gaet Asisten Pengajar AS

by AdminWeb
29 October 2026
30 Tahun PTGMI Mengabdi, DPC Samarinda Perkuat Kepedulian Kesehatan Gigi Generasi Muda
Pendidikan

30 Tahun PTGMI Mengabdi, DPC Samarinda Perkuat Kepedulian Kesehatan Gigi Generasi Muda

by AdminWeb
15 September 2026
Gandeng UINSI Samarinda, Otorita IKN Siapkan Pembinaan Khusus Talenta Penghafal Al-Qur’an
Pendidikan

Gandeng UINSI Samarinda, Otorita IKN Siapkan Pembinaan Khusus Talenta Penghafal Al-Qur’an

by AdminWeb
27 August 2026
Next Post
Prakiraan BMKG APT Pranoto Samarinda: Waspada Curah Hujan Rendah di Kaltim

Prakiraan BMKG APT Pranoto Samarinda: Waspada Curah Hujan Rendah di Kaltim

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

  • Kasus Samarinda Half Marathon Naik Penyidikan, Polisi Tetapkan Penyelenggara sebagai Tersangka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hotel Bumi Senyiur Samarinda Resmi Membuka Kembali Kamar Secara Bertahap Dengan Konsep Lebih Modern dan Nyaman.

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gerbang Awal Menjadi Generasi Berakhlak, SMP Plus Berbasis Pesantren Salsabila Samarinda Sambut Santri Baru Tahun Ajaran 2026/2027

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Viral Isu Ban Motor Gundul Ditilang Rp250 Ribu, Satlantas Samarinda Tegaskan Utamakan Edukasi demi Keselamatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pramugari Asal Samarinda Wakili Indonesia di Miss Asia Pacific International 2026, Siap Harumkan Nama Bangsa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Archives

  • November 2026
  • October 2026
  • September 2026
  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026

Categories

  • Artikel
  • Balikpapan
  • Berau
  • Berau
  • DPRD Kaltim
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Etam 24
  • Hobi dan Liburan
  • Kriminal
  • Kutai Kartanegara
  • Kutai Timur
  • Nasional
  • Olahraga
  • Penajam Paser Utara
  • Pendidikan
  • Pendidikan
  • Samarinda
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Wisata dan Kuliner

Kategori

  • Artikel
  • Balikpapan
  • Berau
  • Berau
  • DPRD Kaltim
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Etam 24
  • Hobi dan Liburan
  • Kriminal
  • Kutai Kartanegara
  • Kutai Timur
  • Nasional
  • Olahraga
  • Penajam Paser Utara
  • Pendidikan
  • Pendidikan
  • Samarinda
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Wisata dan Kuliner

Cari berdasarkan tag

Explore Bali Headline headlines Kebakaran Kriminal Market Stories Pandemic Premium Stay Home United Stated Vaccine Work From Home Wuhan

Berita Terbaru

  • Resmi! Piala Asia 2027 Mundur ke Desember, Bagaimana Nasib Persiapan Timnas Indonesia?
  • Sosialisasi BRUS di SMKN 15 Samarinda Tekankan Bahaya Ekstremisme Digital dan Game Online
  • Jadwal Ujian Akademik S3 PAI UINSI Samarinda Resmi Dibuka

Copyright © 2026 Borneo Insight - All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer

Copyright © 2026 Borneo Insight - All Right Reserved.