Borneoinsight.com, Samarinda – Warga Kota Samarinda tak akan lagi menyaksikan irak-irakan Pawai Pembangunan dalam perayaan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia tahun ini.
Kebijakan pembatalan karnaval tahunan tersebut diambil Pemkot Samarinda sebagai bagian dari strategi pengetatan alokasi belanja daerah.
Langkah rasionalisasi ini menyasar berbagai aktivitas perayaan yang menguras anggaran bersifat seremoni semata.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Samarinda, Yosua Laden, menegaskan bahwa keputusan peniadaan pawai merupakan instruksi langsung dari Wali Kota Samarinda, Andi Harun.
Fokus efisiensi pembiayaan menjadi pertimbangan utama di balik pangkasan agenda-agenda pesta rakyat tahun ini.
“Mudah-mudahan tahun depan bisa dilaksanakan kembali. Karena tahun ini kami betul-betul melakukan efisiensi, khususnya untuk anggaran kegiatan seremonial,” ungkap Yosua.
Meski pesta jalanan ditiadakan, rangkaian sakral peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan dipastikan tetap berlangsung.
Arena GOR Segiri disepakati menjadi venue pelaksanaan upacara, memenangi opsi Balai Kota Samarinda yang sebelumnya sempat masuk dalam pembahasan internal.
Perhelatan di kompleks olahraga tersebut bakal dikonsepkan secara lebih padat, ringkas, dan penuh kekhidmatan.
Penghematan dana juga secara langsung memotong jumlah kontingen barisan peserta hingga daftar undangan resmi yang disebar.
Jumlah tamu yang diizinkan hadir disusutkan menjadi 350 orang saja, berbanding jauh dari tahun lalu yang menembus angka di atas 500 orang.
Prioritas tempat duduk diberikan kepada jajaran Forkopimda beserta pendamping, para mantan wali kota dan wakil wali kota, anggota DPRD, pimpinan OPD, camat, lurah, pejuang veteran, hingga orang tua dari para anggota Paskibraka.
Penyesuaian skenario juga diterapkan pada agenda pemusatan latihan pasukan pengibar bendera.
Durasi karantina bagi anggota Paskibraka dipangkas cukup signifikan dari dua pekan menjadi tujuh hari saja, sebelum dikukuhkan pada 14 Agustus di Hotel Five Premiere.
Sementara itu, untuk prosesi Ziarah Rombongan di Taman Makam Pahlawan, pelaksanaannya bakal diselenggarakan oleh jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Di sisi lain, agenda ziarah ke kompleks Makam La Mohang Daeng Mangkona di Samarinda Seberang tak dimasukkan dalam daftar kegiatan HUT RI, mengingat ritual tersebut diperuntukkan khusus bagi peringatan Hari Jadi Kota Samarinda.
Kendati perayaan tingkat kota dibuat sederhana, Yosua mendorong seluruh warga untuk menyemarakkan bulan kemerdekaan dengan memasang bendera dan ornamen Merah Putih di pemukiman masing-masing. “Kita juga berdoa semoga kondisi perekonomian dan negara kita menjadi lebih baik ke depannya,” ia memungkasi. (Sin)












