Borneoinsight.com, Samarinda – Warga di sekitar Kelurahan Air Putih dikagetkan oleh musibah kebakaran yang menghanguskan deretan pertokoan di Jalan Pangeran Suryanata, Samarinda Ulu, Sabtu (8/8/2026) dini hari. Amukan si jago merah melahap sedikitnya lima unit tempat usaha ketika kawasan pemukiman tersebut tengah terlelap sekitar pukul 03.00 WITA.
Asap tebal berwarna pekat mendadak membumbung tinggi ke udara, memancing kepanikan warga sekitar yang langsung berhamburan keluar dari kediaman masing-masing. Masyarakat yang panik saling bahu-membahu menyelematkan harta benda bernilai serta kendaraan dari ancaman sambaran api.
Seorang saksi setempat, Muhammad Hatta, menceritakan bahwa dirinya terbangun dan mengetahui kejadian horor tersebut usai mendengar teriakan histeris dari warga yang melintas di depan tempatnya berada.
Berdasarkan pengamatannya di lokasi, Hatta mengidentifikasi bahwa titik mula kobaran api berakar dari area memasak atau dapur salah satu kedai makan di deretan bangunan tersebut.
“Titik api muncul di bagian dapur sewaktu jarum jam menunjukkan pukul dua lewat. Saat itu tampak seorang wanita berlari kencang memecah hening sambil memekikkan kata kebakaran,” tutur Hatta mengenang kepanikan awal.
Tanpa meragukan situasi darurat tersebut, Hatta langsung bergegas keluar dari area gudang milik keluarganya guna mengamankan aset yang berisiko ikut terbakar.
Ia sempat mengalirkan air dari saluran PDAM untuk membasahi area sekitar, sekaligus mendorong unit kendaraan roda empat milik saudaranya menjauh dari pusat kobaran guna menghindari risiko ledakan.
Ketika disinggung mengenai potensi indikasi awal, Hatta mengungkapkan sempat menangkap suara dentuman keras yang bersumber dari langit-langit bangunan sebelum api membesar.
“Bunyinya sangat nyaring dari arah dalam, menyerupai ketukan atau hempasan keras yang merambat cepat di atas atap,” ungkapnya merincikan detik-detik sebelum struktur bangunan dilalap si jago merah.
Ia menegaskan bahwa api membesar secara ekspansif dari warung makan tersebut sebelum akhirnya menjalar tanpa kendali ke deretan tempat usaha di sekitarnya.
Pihak berwenang menindaklanjuti insiden ini setelah laporan masyarakat masuk ke saluran darurat. Dinas Pemadaman dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda mengonfirmasi penerimaan sinyal darurat dari warga melalui saluran pusat komunikasi sekitar pukul 03.13 WITA.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Disdamkarmat Kota Samarinda, Akhmad Suprianto, membenarkan bahwa permohonan bantuan penanganan difokuskan pada area komersial di samping Gang Kenanga, Jalan Pangeran Suryanata.
Hasil pemetaan sementara di lapangan menunjukkan bahwa material yang hangus mencakup ruko tiga lantai hingga bangunan bagian belakang yang berbatasan langsung dengan pemukiman padat.
Atas temuan awal di tempat kejadian perkara, Akhmad Suprianto menyatakan bahwa pemicu utama musibah ini mengarah pada kegagalan fungsi arus listrik pada salah satu unit usaha.
Operasi Pemadaman dikerahkan secara terintegrasi dengan menerjunkan unit armada dari empat posko terdekat. Kobaran api berhasil dilokalisasi dan dipadamkan sepenuhnya dalam kurun waktu kurleb 75 menit.
Seluruh pihak bersyukur lantaran insiden berdarah tidak sampai memakan korban jiwa maupun cedera fisik. Kelancaran eksekusi di lapangan juga terbantu berkat aksi sigap gabungan antara petugas damkar dan belasan relawan lokal.
Konfirmasi terpisah disampaikan pihak kepolisian melalui Piket Pamapta Polresta Samarinda, Ipda Mat Bahri, yang menyatakan tempat usaha berupa grosir dan kedai makan hangus terbakar usai saksi mendengar dentuman dari Warung Eka. Jajaran personel dari Polsek, Polresta, hingga unit Samapta kini disiagakan untuk mengamankan lokasi guna kepentingan olah TKP lanjutan. (Sin)












