Borneoinsight.com, Samarinda – Aksi penikaman menggemparkan kawasan Jalan Teuku Umar, Kelurahan Karang Asam Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 17.00 Wita. Seorang pria berinisial MR (24) mengalami luka serius setelah diduga menjadi korban penyerangan menggunakan senjata tajam di halaman parkir sebuah guest house.
Peristiwa tersebut sontak mengundang perhatian warga dan para pekerja yang berada di sekitar lokasi. Sejumlah orang bergegas memberikan pertolongan setelah melihat korban tergeletak dengan luka akibat senjata tajam.
Informasi yang diperoleh di lapangan menyebutkan, sebelum insiden terjadi, korban diduga mendatangi seorang pria berinisial DK (26), yang saat ini bekerja sebagai petugas keamanan di kawasan sekitar Jalan Teuku Umar. Pertemuan keduanya diduga berujung pada perselisihan.
Cekcok yang semula hanya berupa adu mulut diduga berubah menjadi aksi kekerasan. Dalam situasi tersebut, korban mengalami luka tikam hingga harus segera mendapatkan penanganan medis.
Warga bersama para pekerja di sekitar lokasi tidak tinggal diam. Korban langsung dievakuasi menggunakan kendaraan yang berada di dekat tempat kejadian menuju rumah sakit terdekat agar segera memperoleh perawatan.
Di sisi lain, saksi yang menyaksikan kejadian segera menghubungi layanan darurat Kepolisian melalui nomor 110. Laporan tersebut langsung direspons dengan mengerahkan personel menuju lokasi kejadian.
Tidak lama berselang, anggota Patroli Samapta Polresta Samarinda bersama personel Polsek Sungai Kunjang tiba di lokasi. Aparat segera melakukan pengamanan di tempat kejadian perkara sekaligus mengamankan pria yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.
Terduga pelaku diamankan tanpa perlawanan dan selanjutnya dibawa ke Mapolsek Sungai Kunjang untuk menjalani pemeriksaan. Polisi juga mulai mengumpulkan barang bukti serta meminta keterangan dari sejumlah saksi yang berada di lokasi.
Seorang petugas keamanan di sekitar lokasi bernama Hendri mengaku mengenal korban maupun terduga pelaku. Menurutnya, keduanya pernah bekerja di lingkungan perusahaan yang sama sebelum pelaku memutuskan mengundurkan diri.
Hendri mengatakan korban hingga kini masih bekerja di perusahaan Kopi Kapal Api yang berada di kawasan Pergudangan Tahap IV. Sementara itu, pelaku kini bertugas sebagai petugas keamanan di perusahaan lain yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Meski mengenal kedua belah pihak, Hendri mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab perselisihan yang berujung pada aksi penikaman. Ia hanya mengetahui bahwa keduanya sempat bertemu sebelum insiden terjadi.
Polisi masih mendalami hubungan antara korban dan terduga pelaku, termasuk menelusuri latar belakang pertemuan keduanya pada sore itu. Keterangan dari para saksi menjadi salah satu fokus penyelidikan guna mengungkap rangkaian peristiwa secara utuh.
Selain memeriksa saksi, penyidik juga berupaya mengungkap motif yang melatarbelakangi aksi kekerasan tersebut. Proses penyelidikan dilakukan untuk memastikan seluruh fakta dapat terungkap berdasarkan alat bukti dan hasil pemeriksaan.
Hingga berita ini ditulis, korban masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat luka yang dideritanya. Sementara itu, kepolisian memastikan proses penyidikan terus berjalan guna mengungkap penyebab penikaman serta menindaklanjuti perkara tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (Sin)












