Borneoinsight.com, Samarinda – Suasana kawasan Jalan Abdul Wahab Syahrani, tepatnya di wilayah Folder, Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Samarinda Ulu, mendadak menjadi perhatian warga pada Sabtu (4/7/2026). Seorang mahasiswa berusia 21 tahun ditemukan meninggal dunia di dalam kamar rumah kosnya, memicu respons cepat dari aparat kepolisian dan petugas penyelamat untuk melakukan penanganan di lokasi.
Korban diketahui berinisial AF, seorang mahasiswa yang berasal dari Kabupaten Berau. Ia ditemukan tidak bernyawa di kamar kos yang berada di lantai dua bangunan, sehingga proses evakuasi membutuhkan penanganan khusus mengingat akses menuju lokasi cukup terbatas.
Laporan mengenai penemuan tersebut segera ditindaklanjuti oleh personel Polsek Samarinda Ulu bersama Tim Identifikasi Satreskrim (Inafis) Polresta Samarinda. Aparat mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus mengamankan area sebelum jenazah dievakuasi.
Kapolsek Samarinda Ulu, AKP Asriadi, membenarkan adanya penemuan seorang penghuni rumah kos yang telah meninggal dunia. Menurutnya, petugas langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat guna memastikan kondisi di lapangan serta mengumpulkan data awal.
Ia menjelaskan, setelah proses olah TKP selesai dilakukan, jenazah korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Langkah tersebut dilakukan guna mengetahui penyebab pasti kematian korban.
AKP Asriadi menegaskan bahwa hingga saat ini penyebab meninggalnya AF masih dalam tahap penyelidikan. Polisi belum dapat menyimpulkan penyebab kematian karena masih menunggu hasil pemeriksaan medis serta pendalaman dari keterangan sejumlah saksi.
Selain mengumpulkan bukti di lokasi, penyidik juga telah meminta keterangan dari beberapa orang yang mengetahui aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal dunia. Hasil pemeriksaan para saksi akan menjadi bagian dari proses penyelidikan yang masih berlangsung.
Dari hasil pendataan sementara, korban diketahui tinggal seorang diri di kamar kos tersebut. Identitas korban juga telah dipastikan sebagai warga Kabupaten Berau yang sedang menempuh pendidikan di Samarinda.
Pihak kepolisian turut menghubungi keluarga korban setelah identitasnya dipastikan. Salah seorang anggota keluarga, yang merupakan sepupu korban, telah datang ke lokasi untuk mendampingi proses penanganan yang dilakukan aparat.
Sementara itu, proses evakuasi jenazah melibatkan personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda. Bantuan tersebut diperlukan karena posisi kamar berada di lantai dua dengan jalur keluar yang relatif sempit, sehingga pemindahan jenazah memerlukan teknik khusus.
Komandan Posko III Disdamkarmat Kota Samarinda, Tri Indarto, mengatakan pihaknya menerima permintaan bantuan untuk mengevakuasi jenazah dari sebuah rumah kos di kawasan Folder Air Hitam. Tim kemudian diterjunkan ke lokasi dengan membawa perlengkapan penyelamatan yang diperlukan.
Dalam proses evakuasi, petugas menggunakan tandu basket yang dipadukan dengan sistem rolling menggunakan tali. Metode tersebut dipilih agar jenazah dapat diturunkan dari lantai dua ke lantai dasar secara aman tanpa menimbulkan risiko tambahan.
Meski menghadapi akses bangunan yang terbatas, proses evakuasi berlangsung sesuai prosedur. Petugas dapat menyelesaikan penurunan jenazah tanpa kendala berarti selain ruang gerak yang sempit di sekitar lokasi.
Tri Indarto menyebut seluruh rangkaian evakuasi berlangsung relatif cepat. Dalam waktu sekitar 10 hingga 15 menit, jenazah berhasil dipindahkan dari kamar kos menuju kendaraan yang telah disiapkan untuk dibawa ke rumah sakit.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti meninggalnya AF masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan penyelidikan kepolisian. Aparat memastikan proses penyidikan akan terus dilakukan untuk mengungkap secara menyeluruh penyebab kematian mahasiswa asal Kabupaten Berau tersebut. (Sin)












