Samarinda – BorneoInsight.com – Kepolisian Daerah Kalimantan Timur memperketat persiapan pengamanan menjelang aksi penyampaian aspirasi yang dijadwalkan berlangsung pada 21 April 2026. Kesiapan tersebut ditandai melalui apel gelar pasukan yang digelar di halaman GOR Segiri, Samarinda, Senin (20/4/2026).
Apel dipimpin oleh Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro, dengan melibatkan berbagai unsur lintas instansi. Tampak hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Polresta Samarinda, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, hingga petugas pemadam kebakaran.
Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menyatukan persepsi dan strategi pengamanan antarinstansi. Sinergi tersebut dinilai penting guna mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat muncul saat aksi berlangsung.
Kapolda Kaltim dalam arahannya menyampaikan bahwa ribuan personel telah disiapkan untuk mengawal jalannya aksi. Total kekuatan yang dikerahkan mencapai 2.263 personel gabungan dari berbagai unsur.
Komposisi pasukan tersebut terdiri atas 1.599 personel kepolisian, 70 personel TNI, serta 592 personel dari instansi pemerintah daerah dan unsur pendukung lainnya. Seluruh personel akan disebar sesuai dengan kebutuhan pengamanan di lapangan.
Menurutnya, penambahan kekuatan dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi peningkatan jumlah massa. Selain itu, sejumlah objek vital juga menjadi perhatian utama dalam skema pengamanan.
Adapun dua titik yang diperkirakan menjadi pusat konsentrasi massa yakni Kantor DPRD Kalimantan Timur dan Kantor Gubernur Kaltim. Di luar itu, beberapa lokasi lain juga masuk dalam pengawasan aparat.
Dalam pelaksanaannya, Kapolda menekankan agar seluruh personel mengedepankan pendekatan yang bersifat persuasif. Ia meminta aparat bertindak profesional dengan mengutamakan langkah pencegahan.
Pendekatan humanis menjadi kunci dalam pengamanan aksi tersebut. Aparat diingatkan untuk hadir sebagai pengayom masyarakat, bukan sebagai pihak yang menciptakan ketegangan.
“Kami mengutamakan pelayanan, bukan konfrontasi. Harapannya, kegiatan ini dapat berlangsung dengan tertib dan aman,” ujar Kapolda.
Menanggapi pemasangan kawat berduri di sejumlah titik, Kapolda menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pengamanan. Ia meminta masyarakat tidak menanggapi hal itu secara berlebihan.
Menurutnya, keberadaan barikade hanya bertujuan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan. Dengan demikian, situasi di lapangan dapat tetap terkendali.
“Langkah ini murni untuk pencegahan. Jika situasi tetap kondusif, tentu tidak akan menimbulkan persoalan,” jelasnya.
Kapolda juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga ketertiban bersama. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar.
Di akhir keterangannya, ia menekankan pentingnya peran semua pihak dalam menjaga stabilitas daerah. “Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Kita ingin Samarinda tetap damai dan kondusif,” pungkasnya. (DFA)










