Borneoinsight.com, Samarinda – Aliran Sungai Mahakam yang melintasi kawasan Kelurahan Sengkotek, Loa Janan Ilir, mendadak menyita perhatian para pekerja setempat pada Selasa (27/10) pagi setelah penampakan tubuh manusia tak bernyawa terlihat terapung di atas perairan.
Insiden tersebut terungkap saat penjaga keamanan di pangkalan penumpukan kayu log milik sebuah industri perkayuan melihat sesosok tubuh manusia hanyut terbawa arus pasang sekitar pukul 08.00 Wita.
Menindaklanjuti kabar genting itu, unit operasional Polresta Samarinda bergerak bersama sukarelawan kemanusiaan menuju titik koordinat di Jalan Cipto Mangunkusumo guna mengamankan lokasi serta mengangkat jenazah dari permukaan air.
Hasil pengecekan awal di tepian sungai memastikan mayat tersebut berjenis kelamin wanita, namun tidak ada satu pun tanda pengenal diri atau arsip identitas yang ditemukan melekat pada pakaiannya.
Keterangan lapangan tersebut diutarakan oleh Pamapta III Polresta Samarinda, Aiptu Joko Wahyudi, yang memaparkan bahwa pemberitahuan awal masuk ke ruang kendali kepolisian berkat kesigapan warga sekitar kawasan industri Sumalindo.
Joko menjelaskan bahwa jasad langsung dimasukkan ke kantong jenazah dan dipindahkan menuju instalasi kedokteran forensik Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda untuk menjalani rangkaian pemeriksaan visum et repertum.
Terkait ada atau tidaknya unsur kekerasan fisik yang menimpa wanita tersebut, aparat menegaskan kesimpulan akhir masih menanti hasil investigasi medis dan kepolisian siap mendalami perkara bila ditemukan indikasi tindak pidana.
Menanggapi desas-desus yang berkembang di lingkungan warga bahwa sosok tersebut kemungkinan berstatus orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), aparat meminta publik menahan spekulasi mengingat identitas resminya sama sekali belum terkonfirmasi.
Penyelidik kepolisian kini berfokus mengumpulkan bahan keterangan dengan menyisir seluruh kepolisian sektor di penjuru Samarinda guna memadankan informasi terkait adanya laporan orang hilang atau peristiwa warga tenggelam belakangan ini.
Saksi mata di lokasi, seorang petugas pengamanan bernama Toto, membeberkan kronologi penemuan yang bermula dari panggilan rekan kerjanya di pos anjungan dermaga yang memintanya memverifikasi keanehan benda terapung di tengah air.
Toto yang menaiki area daratan lebih tinggi melihat tubuh korban dalam keadaan tertelungkup sekitar sepuluh meter dari bibir sungai, lantas segera berinisiatif melemparkan tali tambat agar jenazah tidak hanyut lebih jauh terbawa aliran arus ke arah muara.
Suasana di dermaga kayu gelondongan itu sendiri tengah lengang dari hiruk-pikuk aktivitas bongkar muat kargo saat insiden berlangsung, sehingga keberadaan jasad segera tertangani oleh satuan pengamanan sebelum aparat kepolisian tiba menuntaskan evakuasi. (Sin)












