Borneoinsight.com, Samarinda – Suasana malam di Jalan Siti Aisyah, RT 19, Kelurahan Jawa, Kecamatan Samarinda Ulu, mendadak berubah mencekam setelah seorang pria menjadi korban penikaman pada Senin (6/7) sekitar pukul 20.00 Wita. Peristiwa itu mengundang perhatian warga yang berhamburan menuju lokasi kejadian.
Korban diketahui berinisial MFA. Ia mengalami dua luka tusuk yang mengenai bagian dada dan punggung setelah diduga diserang menggunakan senjata tajam oleh seorang pelaku yang kini masih dalam penyelidikan kepolisian.
Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi segera memberikan pertolongan. Korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda agar memperoleh penanganan medis secepat mungkin akibat luka yang dideritanya.
Laporan masyarakat terkait insiden tersebut langsung ditindaklanjuti aparat kepolisian. Personel Patroli Samapta Polresta Samarinda bersama jajaran terkait mendatangi lokasi untuk mengamankan situasi dan mengumpulkan informasi awal.
Kepala Unit yang berada di lokasi, IPDA Sofian Adi Cahyono, mengatakan pihaknya menerima informasi mengenai adanya keributan yang berujung pada aksi penikaman di kawasan Jalan Siti Aisyah.
Menurut Sofian, hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban mengalami luka tusuk di bagian dada kanan depan serta punggung kanan. Selain itu, petugas juga menemukan sebilah pisau di lokasi yang diduga berkaitan dengan tindak pidana tersebut.
Setelah mengamankan area kejadian, polisi langsung memasang garis pengaman dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Langkah itu dilakukan untuk mengumpulkan barang bukti sekaligus memperjelas rangkaian peristiwa yang terjadi.
Penyelidikan kini ditangani Unit Reserse Kriminal Polresta Samarinda bersama Unit Reskrim Polsek Samarinda Ulu. Aparat masih berupaya mengidentifikasi sekaligus melacak keberadaan terduga pelaku.
Sofian menegaskan, hingga saat ini pelaku belum berhasil diamankan. Tim penyidik masih bekerja mengumpulkan berbagai keterangan dan bukti yang dapat mengarah pada identitas pelaku.
Terkait motif penikaman, kepolisian belum mengambil kesimpulan. Penyidik masih mendalami seluruh informasi yang diperoleh agar penyebab pasti peristiwa tersebut dapat dipastikan berdasarkan hasil penyelidikan.
Dari informasi awal yang dihimpun di lapangan, muncul dugaan bahwa insiden itu dipicu persoalan kecemburuan. Namun, polisi menegaskan informasi tersebut masih bersifat sementara dan belum dapat dijadikan dasar penetapan motif.
Sofian menyebut korban diketahui telah berstatus menikah. Meski demikian, keterkaitan informasi tersebut dengan dugaan motif masih akan diuji melalui pemeriksaan saksi maupun pengumpulan alat bukti lainnya.
Di sisi lain, Ketua RT 19 Kelurahan Jawa, Muhamad Alwi Idris, mengaku mengetahui kejadian tersebut setelah menerima laporan dari warga sekitar pada pukul 20.00 Wita.
Saat tiba di lokasi, kata Alwi, korban sudah lebih dahulu dievakuasi ke rumah sakit sehingga dirinya hanya dapat memastikan lokasi kejadian sebelum melaporkan peristiwa tersebut kepada aparat kepolisian.
Alwi menjelaskan, penikaman terjadi di sebuah kios minuman yang dikelola korban. Di tempat itu, korban diketahui menjual teh dan berbagai jenis minuman lainnya.
Menurutnya, korban tidak pernah melapor sebagai pendatang maupun pelaku usaha kepada pengurus lingkungan. Karena itu, pihak RT mengaku tidak memiliki banyak informasi mengenai identitas maupun aktivitas korban sebelum insiden terjadi.
Hingga berita ini diterbitkan, kepolisian masih memburu pelaku serta memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap kronologi secara utuh. Polisi juga terus mendalami motif yang melatarbelakangi aksi penikaman tersebut sebelum menyampaikan hasil penyelidikan secara resmi kepada publik. (Sin)












