• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
Borneo Insight
Advertisement
  • Beranda
  • Etam 24
    • Balikpapan
    • Berau
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Samarinda
  • Ekonomi dan Bisnis
  • UMKM
  • Wisata dan Kuliner
  • Hobi dan Liburan

    Cleaners Vs. Disinfectants: What You Need to Know

    Betterment Moves Beyond Robo-Advising with Human Financial Planners

    U.S. Online Sales Surge, Shoppers Throng Stores On Thanksgiving Evening

    The Victoria’s Secret 2016 Show Was Straight Out Of ‘Game of Thrones’

    Watch As Flares Are Set Off In The Crowd To Mark Liam Gallagher’s Arrival In Glasgow

    Trending Tags

    • Pandemic
  • Olahraga
  • Pariwara
    • Dinkes Kaltim
    • DPRD Kaltim
    • Pemkab Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Etam 24
    • Balikpapan
    • Berau
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Samarinda
  • Ekonomi dan Bisnis
  • UMKM
  • Wisata dan Kuliner
  • Hobi dan Liburan

    Cleaners Vs. Disinfectants: What You Need to Know

    Betterment Moves Beyond Robo-Advising with Human Financial Planners

    U.S. Online Sales Surge, Shoppers Throng Stores On Thanksgiving Evening

    The Victoria’s Secret 2016 Show Was Straight Out Of ‘Game of Thrones’

    Watch As Flares Are Set Off In The Crowd To Mark Liam Gallagher’s Arrival In Glasgow

    Trending Tags

    • Pandemic
  • Olahraga
  • Pariwara
    • Dinkes Kaltim
    • DPRD Kaltim
    • Pemkab Kaltim
No Result
View All Result
Borneo Insight
No Result
View All Result
Home Etam 24 Samarinda

Cekungan Maut Eks Galian Bayur Samarinda Telan Korban Jiwa Anak 7 Tahun

Krisis air bersih kemarau picu kerumunan warga di danau tak bertuan; korban tenggelam sedalam 2,5 meter usai berpamitan.

AdminWeb by AdminWeb
15 September 2026
in Samarinda
0
Cekungan Maut Eks Galian Bayur Samarinda Telan Korban Jiwa Anak 7 Tahun

Suasana dermaga darurat di tepi kubangan sisa konsesi Bayur, Samarinda Utara, lokasi ditemukannya jasad bocah berumur tujuh tahun (Foto : Sin)

0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Borneoinsight.com, Samarinda –  Ancaman tersembunyi dari lubang-lubang galian yang ditinggalkan tanpa pemulihan lingkungan kembali menuntut tebusan nyawa di Kalimantan Timur.

Kawasan Bayur, Kecamatan Samarinda Utara, menjadi saksi bisu tewasnya seorang bocah laki-laki berusia tujuh tahun pada Selasa (15/9/2026) malam.

Korban meregang nyawa setelah tersedot ke dasar genangan air raksasa yang disinyalir kuat merupakan sisa operasi pengerukan batubara.

Berdasarkan data yang dihimpun dari penuturan warga di lokasi kejadian, ceruk tampungan air tersebut merupakan bekas area kerja pertambangan yang sempat beroperasi aktif di kisaran tahun 2020.

Ironisnya, kendati operasional alat berat telah bertahun-tahun angkat kaki, tapak bekas industri ekstraktif tersebut dibiarkan menganga tanpa proses penutupan kembali maupun reklamasi.

Di sekeliling bibir kubangan maut itu pun tidak tampak satu pun rambu pengaman, pagar pembatas, ataupun papan larangan tertulis yang memperingatkan ancaman bahaya bagi masyarakat.

Petaka bermula kala matahari mulai condong ke barat, persisnya sekitar pukul 16.00 Wita.

Pada saat itu, bantaran kolam dipadati oleh warga setempat yang memanfaatkan genangan air guna membersihkan badan.

Risnawati, salah seorang warga yang berada persis di bantaran air, menuturkan bahwa korban mulanya hanya bertengger mengamati dari gundukan tanah di posisi atas.

Kala para orang tua beranjak menyudahi aktivitas mandinya dan melangkah naik ke daratan, anak tersebut tiba-tiba melompat ke arah perairan yang tenang.

Langkah nekat itu disinyalir dipicu oleh keinginan korban untuk menggapai sepotong kayu lapuk yang tengah mengapung bebas di permukaan danau buatan tersebut.

Nahas, begitu tubuhnya terhempas ke dalam air, korban gagal mempertahankan posisinya dan seketika amblas tanpa sempat naik kembali ke udara terbuka.

Sesaat sebelum insiden fatal itu terjadi, sebuah percakapan singkat bernada pamit sempat terdengar terlontar dari mulut korban kepada rekannya.

“Dia sempat ngomong sama temannya, ‘dadah, aku minta maaf ya’. Temannya bilang, ‘ah aku nggak mau maafkan’. Sedengar saya sampai situ saja,” ungkap Risnawati menirukan kembali dialog terakhir sang bocah.

Fenomena berkumpulnya warga di tepian danau bekas galian tersebut berakar dari krisis air baku yang mendera lingkungan permukiman selama musim kering berlangsung.

Sumur-sumur warga yang menyusut drastis memaksa mereka mengabaikan faktor keselamatan dan menjadikan cekungan tambang sebagai pemandian umum.

“Sudah sering, pas mulai kemarau. Musim kemarau saja karena nggak ada air di rumah, jadi mandian kita ke sini,” sambung Risnawati menguraikan alasan warga nekat beraktivitas di sana.

Melihat korban tak kunjung muncul, kepanikan massal sontak merebak dan mendorong warga bergotong royong melakukan penyelaman manual ke titik jatuhnya korban.

Helmi, seorang warga yang turut menyelam tanpa perlengkapan memadai, akhirnya berhasil menyentuh fisik sang anak yang berada dalam posisi tertelungkup di kedalaman sekitar dua setengah meter.

“Saya terinjak di kaki saya. Saya nyelam di dasar, kemudian teraba kakinya. Posisi telungkup di bawah,” beber Helmi, yang juga memastikan bahwa dasar perairan tersebut didominasi oleh endapan pasir padat tanpa lumpur hisap.

Pihak kepolisian dari jajaran Polresta Samarinda langsung merapat ke lokasi usai menerima aduan warga sekitar pukul 16.30 Wita.

Pamapta III Polresta Samarinda, Aiptu Joko Wahyudi, mengonfirmasi bahwa jasad korban akhirnya berhasil diangkat ke permukaan pada pukul 19.17 Wita, sebelum diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka.

“Sudah banyak warga yang berkerumun dan warga juga membantu mencari secara manual. Sekitar pukul 19.17 tadi korban berhasil ditemukan,” jelas Aiptu Joko membeberkan kronologi evakuasi.

Menutup keterangannya, pihak kepolisian meminta para orang tua di sekitar area galian memperketat pengawasan terhadap buah hati mereka agar tidak mendekati lubang-lubang air tak bertuan.

“Kita mengimbau kepada masyarakat, khususnya orang tua, agar menjaga anak-anaknya untuk tidak berenang di danau sekitar sini agar tidak terjadi korban selanjutnya,” tegas Aiptu Joko. (Sin)

Tags: Headline
Previous Post

Bakar Lahan di Tengah Ratusan Titik Panas, 3 Warga Kutim Diringkus Polisi

AdminWeb

AdminWeb

Berita Terkait

PENGEJAWANTAHAN NILAI-NILAI TOLERANSI DALAM PERINGATAN MAULID NABI SAW
Artikel

PENGEJAWANTAHAN NILAI-NILAI TOLERANSI DALAM PERINGATAN MAULID NABI SAW

by AdminWeb
11 September 2026
Kasus Pembunuhan Munir Belum Tuntas, Koalisi Sipil Samarinda Desak Buka Berkas TPF
Samarinda

Kasus Pembunuhan Munir Belum Tuntas, Koalisi Sipil Samarinda Desak Buka Berkas TPF

by AdminWeb
7 September 2026
Klarifikasi Isu Air Hujan Tercemar Modifikasi Cuaca, BPBD Samarinda: Informasi Liar Tanpa Sumber Jelas
Samarinda

Klarifikasi Isu Air Hujan Tercemar Modifikasi Cuaca, BPBD Samarinda: Informasi Liar Tanpa Sumber Jelas

by AdminWeb
6 September 2026
Transformasi Hotel Claro Pandurata Samarinda Incar Pasar Olahraga
Samarinda

Transformasi Hotel Claro Pandurata Samarinda Incar Pasar Olahraga

by AdminWeb
4 September 2026
Tuntut Keadilan DBH, Aliansi Rakyat Kaltim Menduduki Samarinda
Samarinda

Tuntut Keadilan DBH, Aliansi Rakyat Kaltim Menduduki Samarinda

by AdminWeb
4 September 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

  • Kasus Samarinda Half Marathon Naik Penyidikan, Polisi Tetapkan Penyelenggara sebagai Tersangka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hotel Bumi Senyiur Samarinda Resmi Membuka Kembali Kamar Secara Bertahap Dengan Konsep Lebih Modern dan Nyaman.

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gerbang Awal Menjadi Generasi Berakhlak, SMP Plus Berbasis Pesantren Salsabila Samarinda Sambut Santri Baru Tahun Ajaran 2026/2027

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Viral Isu Ban Motor Gundul Ditilang Rp250 Ribu, Satlantas Samarinda Tegaskan Utamakan Edukasi demi Keselamatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pramugari Asal Samarinda Wakili Indonesia di Miss Asia Pacific International 2026, Siap Harumkan Nama Bangsa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Archives

  • September 2026
  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026

Categories

  • Artikel
  • Balikpapan
  • Berau
  • Berau
  • DPRD Kaltim
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Etam 24
  • Hobi dan Liburan
  • Kriminal
  • Kutai Kartanegara
  • Kutai Timur
  • Nasional
  • Olahraga
  • Penajam Paser Utara
  • Pendidikan
  • Pendidikan
  • Samarinda
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Wisata dan Kuliner

Kategori

  • Artikel
  • Balikpapan
  • Berau
  • Berau
  • DPRD Kaltim
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Etam 24
  • Hobi dan Liburan
  • Kriminal
  • Kutai Kartanegara
  • Kutai Timur
  • Nasional
  • Olahraga
  • Penajam Paser Utara
  • Pendidikan
  • Pendidikan
  • Samarinda
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Wisata dan Kuliner

Cari berdasarkan tag

Explore Bali Headline headlines Kebakaran Market Stories Pandemic Premium Stay Home United Stated Vaccine Work From Home Wuhan

Berita Terbaru

  • Cekungan Maut Eks Galian Bayur Samarinda Telan Korban Jiwa Anak 7 Tahun
  • Bakar Lahan di Tengah Ratusan Titik Panas, 3 Warga Kutim Diringkus Polisi
  • 30 Tahun PTGMI Mengabdi, DPC Samarinda Perkuat Kepedulian Kesehatan Gigi Generasi Muda

Copyright © 2026 Borneo Insight - All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer

Copyright © 2026 Borneo Insight - All Right Reserved.