Borneoinsight.com, Samarinda – Lanskap pedestrian di sepanjang sempadan perairan Sungai Mahakam kini menampilkan panorama arsitektur perkotaan yang jauh lebih segar dan tertata rapi.
Pemerintah Kota Samarinda secara resmi melepas batas pembatas pada tiga zona pembangunan proyek Teras Samarinda Tahap 2 agar masyarakat umum dapat langsung menikmati fasilitas tersebut.
Pemanfaatan ruang publik terpadu ini mencakup Segmen 2, Segmen 3, dan Segmen 4, yang masing-masing membawa konsep tata ruang spesifik untuk memenuhi berbagai kebutuhan aktivitas warga.
Adapun Segmen 1, yang dirancang sebagai jalur penyambung langsung dengan mega proyek tahap pertama terdahulu, saat ini tengah dipacu pengerjaannya oleh pihak rekanan.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan bahwa transformasi kawasan bantaran sungai ini merefleksikan komitmen pemerintah dalam merealisasikan belanja anggaran daerah yang berorientasi langsung pada kepentingan masyarakat luas.
Prinsip efisiensi serta ketepatan alokasi dana pembangunan dinilai menjadi kunci utama dalam melahirkan sarana perkotaan yang berdaya guna tinggi bagi kehidupan sosial warga.
“Kalau kita membelanjakan APBD dengan bijaksana, kita tetap bisa mempersembahkan karya bermanfaat,” ucap Andi Harun di sela peninjauan lapangan.
Terkait progres Segmen 1, pihak eksekutif menargetkan perampungan fisik berlangsung menjelang pengujung tahun, beriringan dengan batas akhir masa kontrak kerja sama proyek.
Optimisme penyelesaian tepat waktu terus dijaga agar konektivitas antar-segmen dapat terwujud secara menyeluruh tanpa kendala struktural yang berarti.
“Satu yang masih kita tunggu, insyaallah akhir November atau paling lama awal Desember,” tutur Wali Kota mengenai target penuntasan segmen penghubung tersebut.
Menilik rincian fasilitasnya, Segmen 2 dan 3 dipercantik oleh hamparan ruang terbuka hijau seluas 1.558 meter persegi yang ditanami aneka vegetasi peneduh serta flora hias.
Area resapan dan penghijauan ini sengaja dirancang guna menciptakan iklim mikro yang lebih sejuk di tengah dinamika aktivitas perkotaan Samarinda.
“Titik paru-paru baru Kota Samarinda di tepi Sungai Mahakam,” ungkap Andi Harun saat memaparkan fungsi ekologis dari kawasan hijau tersebut.
Daya dukung sektor transportasi air turut diperkuat melalui kehadiran dermaga modern seluas 2.115 meter persegi, yang disandingkan dengan penyediaan 12 unit gerai usaha.
Keberadaan stan-stan terpadu ini ditujukan untuk mendongkrak geliat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah lokal agar memiliki ruang niaga yang representatif.
“Telah disiapkan 12 unit kios modern bagi pelaku UMKM lokal kita,” kata Andi Harun terkait kesiapan sarana komersial di bibir sungai tersebut.
Beralih ke Segmen 4, orientasi tata ruang difokuskan pada penguatan interaksi sosial melalui penyediaan panggung amfiteater berukuran mini serta wahana bermain ramah anak.
“Panggung ekspresi seni dan budaya anak muda Samarinda, di dekatnya ada playground anak,” jelasnya mengenai fungsi Segmen 4 sebagai wadah rekreasi keluarga dan pertunjukan talenta muda.
Aspek aksesibilitas disempurnakan lewat jalur pedestrian berbahan andesit bakar dengan fitur ubin pemandu difabel dan halte terpadu, didukung sistem lampu UFO, lampu sorot, bollard, saluran air tertutup, kamera pemantau (CCTV), serta dua pos pengamanan.
Meskipun lanskap kawasan telah dibuka, operasional 12 stan UMKM masih menunggu perumusan skema tata kelola dalam sepekan ke depan, seraya menanti penyempurnaan pekerjaan minor oleh Dinas PUPR bersama kontraktor sebelum penandatanganan serah terima akhir (Final Hand Over). (Sin)












