Borneoinsight.com, Samarinda – Kondisi alam yang memicu surutnya Sungai Mahakam berimplikasi langsung pada ketahanan logistik masyarakat di wilayah huluan Kalimantan Timur.
Akses perairan yang dangkal menyulitkan armada angkutan barang untuk menjangkau pemukiman di kawasan pedalaman secara optimal.
Dua wilayah yang merasakan dampak paling signifikan dari gangguan jalur perlintasan ini adalah Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari.
Menyikapi persoalan pasokan yang terancam tersendate, jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengambil tindakan intervensi secara langsung.
Strategi yang diterapkan mencakup pengerahan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah guna membackup ketersediaan stok bahan pokok lokal.
Langkah tersebut dikombinasikan dengan penyelenggaraan Operasi Pasar terpadu untuk menekan potensi gejolak harga di tingkat pengecer.
Setibanya pengiriman di kawasan sasaran, pimpinan daerah Kabupaten Mahakam Ulu menyambut langsung kedatangan muatan logistik tersebut.
Penyerahan bantuan ini disambut hangat oleh Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu sebagai wujud nyata kepedulian antar-instansi pemerintah.
Apresiasi tinggi disampaikan pihak pemkab atas kepekaan dan kecepatan tindakan yang ditunjukkan oleh jajaran pemprov dalam melindungi warga.
Dari data teknis pengiriman, total tonase bantuan pangan yang berhasil diterjunkan ke lokasi terdampak mencatatkan angka 3,45 ton.
Komoditas utama yang diangkut terdiri atas 330 sak beras mutu premium dengan spesifikasi kemasan lima kilogram tiap kemasannya.
Paket bantuan juga dilengkapi 600 wadah minyak goreng kemasan dua liter beserta pasokan gula pasir konsumsi ukuran satu kilogram.
Penyaluran komoditas ini difungsikan sebagai benteng penahan agar inflasi barang kebutuhan mendasar di kawasan perbatasan tetap terkendali.
Upaya taktis ini diharapkan mampu meminimalisasi beban ekonomi warga sampai debit air Sungai Mahakam kembali normal dan bisa dilayari kapal angkut. (Sin)












