Borneoinsight.com, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus mempercepat pembenahan Stadion Segiri sebagai salah satu stadion yang diproyeksikan memenuhi standar penyelenggaraan kompetisi sepak bola nasional hingga internasional. Salah satu langkah yang kini menjadi fokus adalah pemindahan sistem lampu penerangan dari Stadion Utama Palaran ke Stadion Segiri.
Kebijakan tersebut muncul setelah dilakukan serangkaian evaluasi teknis terhadap kualitas pencahayaan Stadion Segiri. Hasil penilaian menunjukkan bahwa kapasitas penerangan stadion masih belum memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan untuk pertandingan level tertinggi, sehingga peningkatan fasilitas menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda.
Pemprov Kalimantan Timur menegaskan bahwa proses pemindahan lampu bukan sekadar memanfaatkan aset yang sudah ada. Seluruh pekerjaan didasarkan pada hasil kajian teknis yang mempertimbangkan efektivitas, keamanan konstruksi, hingga efisiensi waktu pelaksanaan.
Saat ini tingkat pencahayaan Stadion Segiri tercatat berada di angka 935 lux. Nilai tersebut masih terpaut cukup jauh dari standar minimal 1.800 lux yang menjadi syarat penyelenggaraan kompetisi Super League maupun pertandingan yang berada di bawah regulasi Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
Untuk mengetahui potensi peningkatan penerangan, pemerintah daerah melibatkan sejumlah pihak yang memiliki kompetensi di bidang pencahayaan stadion. Simulasi dilakukan guna menghitung kemampuan lampu Stadion Palaran apabila dipasang di Stadion Segiri.
Dari hasil simulasi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama Philips, intensitas cahaya Stadion Segiri diperkirakan dapat meningkat hingga mencapai sekitar 1.667 lux setelah seluruh lampu dipindahkan. Dengan capaian tersebut, stadion hanya membutuhkan tambahan delapan unit lampu atau sekitar 133 lux agar memenuhi ambang batas yang dipersyaratkan.
Perhitungan yang dilakukan tim teknis PSSI menghasilkan angka yang sedikit berbeda. Berdasarkan evaluasi organisasi tersebut, Stadion Segiri masih memerlukan tambahan sekitar 300 lux atau setara dengan 10 unit lampu untuk mencapai standar pencahayaan internasional.
Meskipun terdapat selisih dalam hasil simulasi, kedua kajian memiliki kesimpulan yang sejalan. Pemanfaatan lampu dari Stadion Palaran dinilai menjadi solusi paling realistis untuk meningkatkan kualitas pencahayaan tanpa harus melakukan pengadaan sistem baru secara menyeluruh.
Selain kualitas cahaya, aspek keamanan instalasi juga menjadi perhatian utama. Pemerintah memastikan struktur tiang lampu yang ada di Stadion Segiri telah melalui pemeriksaan sehingga dinilai mampu menopang perangkat lampu yang akan dipindahkan.
Bahkan, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa bobot lampu Philips yang berasal dari Stadion Palaran lebih ringan dibandingkan lampu lama yang saat ini terpasang di Stadion Segiri. Kondisi tersebut membuat proses pemasangan dinilai aman dari sisi kapasitas struktur.
Meski demikian, sejumlah pekerjaan penyesuaian tetap diperlukan. Di antaranya meliputi penggantian perangkat pendukung seperti driver atau power supply, penyesuaian dudukan lampu, konfigurasi sistem kelistrikan, hingga penyelarasan arah pencahayaan agar sesuai dengan desain stadion.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur, Rasman, menjelaskan bahwa perpindahan sistem pencahayaan harus dilakukan secara teliti karena terdapat perbedaan karakteristik antara kedua stadion.
Ia mengatakan setiap tahapan pekerjaan akan mengikuti standar teknis yang telah ditetapkan. Pengawasan juga akan melibatkan tim teknis PSSI untuk memastikan hasil akhir memenuhi spesifikasi yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan pertandingan resmi.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga dihadapkan pada tenggat waktu yang cukup singkat. Super League dijadwalkan mulai bergulir pada awal September 2026, sementara agenda AFC akan berlangsung sekitar satu bulan setelahnya, sehingga proses pekerjaan harus diselesaikan sesuai jadwal.
Persoalan pendanaan turut menjadi perhatian. Karena alokasi APBD Murni telah berjalan dan APBD Perubahan belum disahkan, Pemprov Kalimantan Timur menyiapkan alternatif pembiayaan agar pekerjaan tidak mengalami keterlambatan.
Menurut Rasman, sumber pendanaan yang sedang diupayakan berasal dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR. Dukungan tersebut diharapkan datang dari perusahaan pertambangan, sektor perkebunan, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), maupun pihak ketiga yang memiliki komitmen terhadap pengembangan olahraga di Kalimantan Timur.
Melalui percepatan peningkatan fasilitas ini, Pemprov Kalimantan Timur ingin memastikan Stadion Segiri mampu memenuhi standar yang dipersyaratkan untuk menggelar pertandingan sepak bola berkelas nasional maupun internasional. Upaya tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap Borneo FC dan agenda sepak bola Indonesia agar memiliki infrastruktur yang semakin kompetitif di masa mendatang. (Sin)












