• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
Borneo Insight
Advertisement
  • Beranda
  • Etam 24
    • Balikpapan
    • Berau
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Samarinda
  • Ekonomi dan Bisnis
  • UMKM
  • Wisata dan Kuliner
  • Hobi dan Liburan

    Cleaners Vs. Disinfectants: What You Need to Know

    Betterment Moves Beyond Robo-Advising with Human Financial Planners

    U.S. Online Sales Surge, Shoppers Throng Stores On Thanksgiving Evening

    The Victoria’s Secret 2016 Show Was Straight Out Of ‘Game of Thrones’

    Watch As Flares Are Set Off In The Crowd To Mark Liam Gallagher’s Arrival In Glasgow

    Trending Tags

    • Pandemic
  • Olahraga
  • Pariwara
    • Dinkes Kaltim
    • DPRD Kaltim
    • Pemkab Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Etam 24
    • Balikpapan
    • Berau
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Samarinda
  • Ekonomi dan Bisnis
  • UMKM
  • Wisata dan Kuliner
  • Hobi dan Liburan

    Cleaners Vs. Disinfectants: What You Need to Know

    Betterment Moves Beyond Robo-Advising with Human Financial Planners

    U.S. Online Sales Surge, Shoppers Throng Stores On Thanksgiving Evening

    The Victoria’s Secret 2016 Show Was Straight Out Of ‘Game of Thrones’

    Watch As Flares Are Set Off In The Crowd To Mark Liam Gallagher’s Arrival In Glasgow

    Trending Tags

    • Pandemic
  • Olahraga
  • Pariwara
    • Dinkes Kaltim
    • DPRD Kaltim
    • Pemkab Kaltim
No Result
View All Result
Borneo Insight
No Result
View All Result
Home Etam 24 Samarinda

Waspada Krisis Air Bersih di Kaltim, Dinkes Ingatkan Ancaman Diare hingga Kencing Tikus

Dinkes Kaltim peringatkan risiko wabah diare, infeksi urine tikus, dan ISPA akibat keterbatasan air bersih serta debu selama musim kemarau.

AdminWeb by AdminWeb
16 September 2026
in Samarinda
0
Waspada Krisis Air Bersih di Kaltim, Dinkes Ingatkan Ancaman Diare hingga Kencing Tikus

Penampakan jembatan mahakam IV terlihat sangat samar akibat ditutupi kabut asap (Foto : Sin)

0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Borneoinsight.com, Samarinda – Keringnya sumber-sumber mata air alami di sejumlah penjuru Kalimantan Timur akibat terpaan musim kemarau mulai berimbas langsung pada pola pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Situasi serbaterbatas ini memicu gelombang warga untuk mengumpulkan serta mengamankan stok air dalam berbagai bejana cadangan demi menjaga dapur tetap mengepul dan keperluan domestik terpenuhi.

Akan tetapi, kebiasaan menimbun pasokan air tanpa tata kelola sanitasi yang ketat berisiko melahirkan petaka kesehatan baru di lingkungan keluarga. Air yang dibiarkan tergenang dalam drum atau tandon tak terawat sangat mudah menjadi sarang mikroorganisme berbahaya, yang kemudian memicu wabah muntaber, diare parah, hingga penyakit kulit menular.

Melihat kondisi yang semakin mengkhawatirkan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur, Jaya Mualimin, menyerukan agar warga meningkatkan kewaspadaan penuh. Ia mengingatkan bahwa penurunan debit serta rusaknya kualitas air tanah berbanding lurus dengan tingginya ancaman morbiditas penyakit lingkungan.

Kekhawatiran itu diperparah oleh fenomena berkumpulnya satwa liar dan manusia di titik-titik genangan air yang tersisa di alam terbuka. Menurut pengamatan Dinkes, percampuran aktivitas di ceruk air yang dangkal tersebut memperbesar peluang terjadinya kontaminasi dari ekskresi maupun kotoran hewan secara langsung ke dalam aliran air warga.

“Kalau kekeringan, sumber air itu sangat terbatas. Kebutuhan air masyarakat menjadi kebutuhan utama. Sumber-sumber air itu akan didatangi bukan hanya manusia, mungkin juga binatang dan sebagainya, sehingga bisa menjadi media penyakit menular, misalnya diare,” kata Jaya belum lama ini.

Tidak berhenti pada kuman diare biasa, ancaman penularan mikroba mematikan yang terbawa lewat cairan kemih hewan pengerat juga menjadi sorotan serius otoritas kesehatan. Di tengah minimnya air, tikus-tikus cenderung mendekati wadah penampungan atau sumber genangan warga, meninggalkan bakteri beracun yang dapat masuk ke pori-pori kulit maupun saluran cerna.

“Demam kuning yang disebabkan karena kencing tikus juga perlu diwaspadai. Gejalanya paling banyak diare,” tutur Jaya memperingatkan potensi merebaknya infeksi akibat paparan urine hewan tersebut pada tubuh manusia.

Mengantisipasi timbulnya ledakan kasus di permukiman, Dinkes Kaltim kian gencar turun ke lapangan guna memperluas sosialisasi dan edukasi kesehatan lingkungan secara menyeluruh. Pemerintah daerah menargetkan kelompok masyarakat rentan agar paham cara menyaring, mengolah, dan mensterilkan air baku sebelum dimanfaatkan untuk konsumsi atau mandi.

Masyarakat juga diinstruksikan untuk rutin menguras, menggosok, dan menutup rapat setiap wadah penyimpan cadangan air di pekarangan maupun dalam rumah. Tindakan pencegahan mekanis ini mutlak dibutuhkan guna memutus siklus bertelurnya serangga pembawa penyakit serta menghalau masuknya kotoran dari luar.

Di sisi lain, ancaman patologis pada musim kering tidak semata-mata berasal dari krisis hidrologis, melainkan juga dari udara yang dihirup warga setiap hari. Teriknya matahari membuat partikel tanah mengering dan menjelma menjadi serbuan debu halus yang beterbangan ke atmosfer permukiman saat dihempas angin kencang.

Paparan partikel padat tersebut rentan mengiritasi rongga pernapasan, khususnya bagi penderita alergi bawaan, anak-anak balita, dan kalangan lanjut usia. Gangguan sesak napas serta radang tenggorokan kerap melonjak tajam apabila masyarakat tidak melakukan proteksi dini terhadap paparan debu jalanan.

Sebagai langkah benteng pertahanan terakhir, Dinkes Kaltim mendesak warga mempraktikkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara konsisten dan tanpa kompromi. Disiplin mencuci tangan menggunakan sabun antiseptik, mengenakan masker penyaring debu saat beraktivitas di luar, dan menjaga kebersihan tubuh menjadi kunci utama menangkal komplikasi penyakit sepanjang kemarau. (Sin)

Tags: Headline
Previous Post

Cekungan Maut Eks Galian Bayur Samarinda Telan Korban Jiwa Anak 7 Tahun

Next Post

Kabut Polutan Kepung Samarinda, Skor Indeks Udara Capai 108 Kategori Rentan

AdminWeb

AdminWeb

Berita Terkait

Kabut Polutan Kepung Samarinda, Skor Indeks Udara Capai 108 Kategori Rentan
Samarinda

Kabut Polutan Kepung Samarinda, Skor Indeks Udara Capai 108 Kategori Rentan

by AdminWeb
16 September 2026
Cekungan Maut Eks Galian Bayur Samarinda Telan Korban Jiwa Anak 7 Tahun
Samarinda

Cekungan Maut Eks Galian Bayur Samarinda Telan Korban Jiwa Anak 7 Tahun

by AdminWeb
15 September 2026
PENGEJAWANTAHAN NILAI-NILAI TOLERANSI DALAM PERINGATAN MAULID NABI SAW
Artikel

PENGEJAWANTAHAN NILAI-NILAI TOLERANSI DALAM PERINGATAN MAULID NABI SAW

by AdminWeb
11 September 2026
Kasus Pembunuhan Munir Belum Tuntas, Koalisi Sipil Samarinda Desak Buka Berkas TPF
Samarinda

Kasus Pembunuhan Munir Belum Tuntas, Koalisi Sipil Samarinda Desak Buka Berkas TPF

by AdminWeb
7 September 2026
Klarifikasi Isu Air Hujan Tercemar Modifikasi Cuaca, BPBD Samarinda: Informasi Liar Tanpa Sumber Jelas
Samarinda

Klarifikasi Isu Air Hujan Tercemar Modifikasi Cuaca, BPBD Samarinda: Informasi Liar Tanpa Sumber Jelas

by AdminWeb
6 September 2026
Next Post
Kabut Polutan Kepung Samarinda, Skor Indeks Udara Capai 108 Kategori Rentan

Kabut Polutan Kepung Samarinda, Skor Indeks Udara Capai 108 Kategori Rentan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

  • Kasus Samarinda Half Marathon Naik Penyidikan, Polisi Tetapkan Penyelenggara sebagai Tersangka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hotel Bumi Senyiur Samarinda Resmi Membuka Kembali Kamar Secara Bertahap Dengan Konsep Lebih Modern dan Nyaman.

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gerbang Awal Menjadi Generasi Berakhlak, SMP Plus Berbasis Pesantren Salsabila Samarinda Sambut Santri Baru Tahun Ajaran 2026/2027

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Viral Isu Ban Motor Gundul Ditilang Rp250 Ribu, Satlantas Samarinda Tegaskan Utamakan Edukasi demi Keselamatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pramugari Asal Samarinda Wakili Indonesia di Miss Asia Pacific International 2026, Siap Harumkan Nama Bangsa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Archives

  • September 2026
  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026

Categories

  • Artikel
  • Balikpapan
  • Berau
  • Berau
  • DPRD Kaltim
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Etam 24
  • Hobi dan Liburan
  • Kriminal
  • Kutai Kartanegara
  • Kutai Timur
  • Nasional
  • Olahraga
  • Penajam Paser Utara
  • Pendidikan
  • Pendidikan
  • Samarinda
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Wisata dan Kuliner

Kategori

  • Artikel
  • Balikpapan
  • Berau
  • Berau
  • DPRD Kaltim
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Etam 24
  • Hobi dan Liburan
  • Kriminal
  • Kutai Kartanegara
  • Kutai Timur
  • Nasional
  • Olahraga
  • Penajam Paser Utara
  • Pendidikan
  • Pendidikan
  • Samarinda
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Wisata dan Kuliner

Cari berdasarkan tag

Explore Bali Headline headlines Kebakaran Market Stories Pandemic Premium Stay Home United Stated Vaccine Work From Home Wuhan

Berita Terbaru

  • Kabut Polutan Kepung Samarinda, Skor Indeks Udara Capai 108 Kategori Rentan
  • Waspada Krisis Air Bersih di Kaltim, Dinkes Ingatkan Ancaman Diare hingga Kencing Tikus
  • Cekungan Maut Eks Galian Bayur Samarinda Telan Korban Jiwa Anak 7 Tahun

Copyright © 2026 Borneo Insight - All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer

Copyright © 2026 Borneo Insight - All Right Reserved.