Borneoinsight.com, Samarinda – Aktivitas lalu lintas perairan di Kota Samarinda mendadak gempar menyusul terlihatnya sesosok tubuh tak bernyawa di permukaan aliran Sungai Mahakam.
Insiden tersebut terpusat di kawasan perairan Sungai Lais, wilayah administrasi Kelurahan Sungai Kapih, Kecamatan Sambutan.
Momen penemuan jasad manusia itu berlangsung tepat di tengah hari, yakni Senin (31/8) sekitar pukul 12.10 Wita.
Keberadaan korban mula-mula disadari oleh seorang motoris speedboat yang kebetulan sedang melintas di jalur perairan tersebut.
Melihat ada sosok manusia terapung tak bergerak, pengemudi kapal cepat itu lekas menyebarkan kabar melalui saluran jejaring relawan Informasi Taruna Samarinda (ITS).
Pemberitahuan darurat dari grup sukarelawan itu segera diteruskan kepada jajaran kepolisian dan instansi terkait agar proses pertolongan dapat segera dikerahkan.
Menerima informasi tersebut, satuan terpadu langsung diberangkatkan menuju koordinat perairan yang dimaksud untuk memastikan kebenaran laporan.
Operasi penanganan di lokasi melibatkan tim gabungan dari unsur Pamapta III Polresta Samarinda, Unit Inafis, Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud), Polsek Kawasan Pelabuhan, serta personel Basarnas.
Setibanya di perairan Sungai Lais, petugas menemukan jasad pria tersebut masih mengapung terbawa arus sungai yang cukup tenang.
Kepastian mengenai pergerakan regu gabungan ini disampaikan langsung oleh Pamapta III Polresta Samarinda, IPDA Sofyan Adi Cahyono, di sela-sela penanganan di lapangan.
“Hari ini Pamapta III Polresta Samarinda bersama Inafis Polresta Samarinda, Satpolairud Polresta Samarinda, Polsek Kawasan Pelabuhan serta Basarnas berada di TKP perairan Sungai Mahakam kawasan Sungai Lais. Ditemukan satu jenazah mengapung di sungai,” terang Sofyan di lokasi kejadian.
Dari pengamatan awal personel di perahu karet, jasad tersebut berada dalam posisi telungkup menghadap ke bawah air.
Tim medis dan penyelamat menaksir pria nahas ini telah tenggelam dan terendam di sungai setidaknya selama dua hari sebelum akhirnya muncul ke permukaan.
Kondisi fisik tubuh korban tampak telah mengalami pembengkakan cukup signifikan akibat pengaruh air sungai.
Terkait ciri-ciri pakaian, jasad pria malang tersebut terlihat mengenakan atasan berwarna gelap atau hitam yang dipadukan dengan celana jins.
“Untuk kondisi jenazahnya saat ditemukan tertelungkup, sementara identitas masih Mr. X karena tidak ditemukan identitas,” beber Sofyan mengenai nihilnya kartu tanda pengenal di saku pakaian korban.
Sebagai langkah antisipasi agar tidak hanyut lebih jauh terbawa arus Mahakam, petugas mengikat jasad sementara ke tambatan sembari menyiapkan kantung jenazah.
Hingga proses evakuasi berlangsung, pihak berwajib memastikan belum menerima laporan masyarakat mengenai anggota keluarga yang hilang beberapa hari ke belakang.
“Belum ada (laporan orang hilang). Jadi sementara Mister X, karena jenazahnya belum kita ketahui identitasnya. Wajahnya juga belum bisa dipastikan orangnya,” imbuh Sofyan melengkapi keterangannya.
Jenazah pria berstatus Mr. X tersebut selanjutnya dibawa menuju RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda untuk menjalani pemeriksaan visum forensik serta pelacakan identitas resmi oleh tim Inafis. (Sin)












