Borneoinsight.com, Samarinda – Riuh tepuk tangan dan luapan kebahagiaan memenuhi Gedung 22 Dzulhijjah ketika Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda menggelar seremoni kelulusan akbar pada Kamis (27/8/2026). Melalui sidang senat terbuka tersebut, institusi pendidikan tinggi Islam ini secara resmi mengukuhkan sebanyak 871 wisudawan dari jenjang Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3).
Sejak permulaan hari, gelombang kedatangan wisudawan beserta para pendamping telah memadati sudut-sudut kampus. Langkah mereka diiringi senyum penuh kelegaan setelah menuntaskan rangkaian studi, penelitian skripsi, tesis, maupun disertasi yang menguras waktu dan tenaga.
Pelepasan lulusan tahun ini menandai lahirnya barisan intelektual baru yang siap terjun mengamalkan ilmu pengetahuan di tengah dinamika masyarakat. Forum tersebut sekaligus menjadi etalase keberhasilan universitas dalam mencetak sumber daya manusia berdaya saing di Kalimantan Timur.
Dalam sambutan resminya, Rektor UINSI Samarinda, Prof. Dr. Zurqoni, M.Ag., mengungkapkan apresiasi mendalam kepada para lulusan atas ketekunan mereka merampungkan masa studi di bangku perguruan tinggi. Pimpinan universitas memandang kelulusan ini sebagai buah manis dari disiplin dan konsistensi akademik yang tinggi.
“UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Semoga menjadi pribadi yang berhasil, bermanfaat bagi masyarakat, serta berguna bagi nusa, bangsa, dan negara,” ucap Prof. Zurqoni di hadapan ratusan wisudawan dan jajaran civitas akademika.
Prof. Zurqoni menegaskan bahwa pengukuhan toga bukanlah akhir dari perjuangan intelektual, melainkan pintu masuk menuju gelanggang kehidupan nyata yang jauh lebih kompleks. Tantangan pascakampus dinilainya membutuhkan ketahanan mental, keuletan kerja, dan kemampuan beradaptasi secara berkesinambungan.
Rektor juga mengingatkan para sarjana dan pascasarjana agar tidak membusungkan dada atas gelar yang disandang. Ia menekankan bahwa keberhasilan menapaki podium wisuda tidak lepas dari tetesan keringat dan doa tulus orang tua, bimbingan para dosen, restu keluarga, serta dukungan lingkungan pertemanan.
Sebagai peta jalan moral, Rektor menitipkan tiga wasiat strategis bagi para lulusan dalam melangkah ke masa depan. Poin pertama menekankan pentingnya merawat sikap tawadhu serta menjaga kepatuhan dan takzim kepada orang tua maupun para guru.
Wasiat kedua menuntut alumni untuk senantiasa menjadi pembelajar sepanjang hayat, terutama saat dunia bergerak cepat di bawah pengaruh kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan era disrupsi digital. Sementara pesan ketiga mewajibkan lulusan hadir sebagai problem solver yang memberi solusi nyata atas ragam persoalan sosial.
“Pelajari teknologi, tetapi jangan menjadi budak teknologi. Gunakan kecerdasan digital, tetapi jangan kehilangan kecerdasan spiritual,” tegas Prof. Zurqoni mengingatkan agar kemajuan zaman tidak mengikis fondasi keimanan.
Rektor menaruh harapan besar agar para lulusan tidak hanya mengandalkan dokumen ijazah semata. Nilai-nilai keluhuran pekerti, kepedulian kemanusiaan, kejujuran, serta dedikasi pengabdian yang ditanamkan selama perkuliahan diharapkan terus hidup dalam praktik profesional mereka.
Geliat wisuda semakin berbobot dengan disampaikannya orasi ilmiah oleh Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Dr. Drs. Alimuddin. Kehadirannya membedah proyeksi masa depan kawasan penyangga seiring pembangunan pusat pemerintahan baru Republik Indonesia.
Alimuddin menyerukan agar kaum terpelajar di Kalimantan Timur segera memacu kapasitas diri untuk merebut peluang strategis di IKN. Ia mengingatkan bahwa generasi muda lokal harus tampil sebagai motor penggerak pembangunan daerahnya sendiri dan menolak menjadi penonton pasif di tanah kelahiran.
“Kami ingin memperkenalkan IKN kepada generasi muda, khususnya para lulusan UINSI Samarinda. Kami berharap masyarakat lokal dapat memanfaatkan berbagai peluang yang tersedia di IKN dengan terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri,” kata Alimuddin.
Keterbukaan Otorita IKN bagi sumber daya lokal dibuktikan lewat serapan tenaga kerja yang signifikan. Alimuddin membeberkan bahwa sekitar 30 persen aparatur yang bertugas di lingkungan Otorita IKN saat ini merupakan putra-putri daerah asal Kalimantan Timur.
Hubungan kelembagaan antara Otorita IKN dan UINSI Samarinda juga telah diwujudkan lewat kerja sama konkret pembinaan talenta keagamaan. Kemitraan ini berfokus pada pembinaan para penghafal Al-Qur’an (huffazh) guna memperkuat ekosistem Tilawatil Qur’an serta memperluas syiar keislaman di kawasan ibu kota baru.
“Banyak talenta luar biasa yang dimiliki Kalimantan Timur, termasuk dari UINSI Samarinda. Kami ingin mereka mendapatkan ruang untuk berkembang dan berkontribusi di IKN,” lanjut Alimuddin menegaskan komitmen lembaganya.
Di tengah prosesi wisuda, pihak rektorat turut menyerahkan piagam penghargaan khusus kepada deretan lulusan terbaik dari masing-masing fakultas. Penghargaan ini menjadi wujud pengakuan kampus atas torehan prestasi akademik maupun dedikasi kemahasiswaan selama menempuh perkuliahan.
Suasana hening tercipta ketika seluruh wisudawan serentak berdiri untuk melafalkan ikrar alumni. Di hadapan para guru besar, mereka berjanji menjunjung tinggi muruah almamater, mengamalkan disiplin ilmu secara bertanggung jawab, serta setia mengabdi demi kemaslahatan bangsa.
Momen puncak yang dinanti tiba saat nama para lulusan dipanggil bergantian menaiki panggung kehormatan untuk menerima penyematan gelar. Diiringi sorak bahagia dan linangan air mata haru dari keluarga yang menyaksikan, pelepasan 871 wisudawan UINSI Samarinda ini menjadi gerbang awal pengabdian generasi muda dalam menyongsong masa depan peradaban Nusantara. (Sin)












