Samarinda – Borneoinsight.com – Pemerintah Kota Samarinda kembali menghadirkan terobosan dalam penataan ruang publik dengan merancang program Car Free Night (CFN) yang akan mulai digelar pada Sabtu malam, 18 April 2026. Kegiatan ini dipusatkan di Jalan Kusuma Bangsa dan menjadi yang pertama kali dilaksanakan di kota tersebut.
Inisiatif ini dirancang untuk memberikan pengalaman berbeda bagi warga dalam menikmati suasana malam akhir pekan tanpa hiruk pikuk kendaraan bermotor. Kawasan tersebut nantinya akan diubah menjadi ruang interaksi terbuka yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.
Kepala Dinas Perhubungan Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari kebijakan strategis yang sejalan dengan arahan pemerintah pusat dalam upaya penghematan energi nasional.
Ia menjelaskan, salah satu langkah yang dinilai efektif untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak adalah dengan membatasi aktivitas kendaraan bermotor, terutama di waktu-waktu tertentu yang memiliki potensi mobilitas tinggi.
“Dengan mengurangi pergerakan kendaraan, maka penggunaan bahan bakar juga dapat ditekan. Karena itu, ruas Jalan Kusuma Bangsa akan ditutup sementara pada malam hari selama kegiatan berlangsung,” ungkapnya.
Langkah tersebut tidak berdiri sendiri. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari hasil rapat koordinasi yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto bersama para menteri pada akhir Maret 2026, yang kemudian diterjemahkan ke dalam kebijakan daerah melalui surat edaran Kementerian Dalam Negeri.
Selain berfokus pada aspek lingkungan, CFN juga diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan. Pemerintah memberi ruang bagi pelaku UMKM untuk berjualan dan memanfaatkan tingginya kunjungan masyarakat selama kegiatan berlangsung.
Minat pelaku usaha terhadap program ini terbilang tinggi. Ratusan pelaku UMKM telah mendaftarkan diri untuk berpartisipasi, menunjukkan optimisme terhadap peluang peningkatan pendapatan dari kegiatan tersebut.
Untuk mengakomodasi jumlah peserta yang besar, Dishub akan menerapkan sistem rotasi bagi para pedagang. Skema ini disiapkan agar seluruh pelaku usaha mendapatkan kesempatan yang sama tanpa menimbulkan penumpukan di satu waktu.
CFN dijadwalkan berlangsung selama kurang lebih tiga setengah jam, dimulai pukul 19.30 hingga 23.00 WITA. Warga yang ingin menikmati kegiatan ini dianjurkan untuk berjalan kaki atau menggunakan sepeda.
Bagi masyarakat yang tetap membawa kendaraan, pemerintah telah menyiapkan sejumlah titik parkir resmi di sekitar lokasi, termasuk di kawasan pusat perbelanjaan dan area GOR Segiri.
Di sisi lain, pemerintah juga mengingatkan agar pengunjung tidak memarkir kendaraan di ruas jalan yang menjadi jalur akses menuju lokasi CFN, seperti di Jalan Harmonika, guna menghindari kemacetan.
Tak berhenti pada CFN, Pemkot Samarinda juga tengah mematangkan rencana pengembangan Car Free Day (CFD) di sejumlah kawasan lain, termasuk Citra Niaga dan Jalan Anggi atau Jalan Fahruddin.
Konsep CFD di lokasi tersebut akan difokuskan pada aktivitas fisik seperti olahraga serta kegiatan kebersihan lingkungan, tanpa melibatkan aktivitas perdagangan seperti pada CFN.
Melalui berbagai program ini, pemerintah berharap dapat membangun budaya baru di tengah masyarakat, yakni gaya hidup yang lebih sehat, ramah lingkungan, sekaligus memperkuat identitas Samarinda sebagai kota yang adaptif terhadap isu keberlanjutan.











