Borneoinsight.com, Jakarta – Pergerakan grafik komoditas logam mulia di ranah domestik terpantau bertahan di kisaran angka yang sama saat membuka aktivitas perdagangan pekan ini, Senin (10/8/2026).
Pencatatan statistik pasar tidak memperlihatkan adanya guncangan nilai yang tajam, baik berupa lonjakan maupun koreksi mendalam.
Kondisi flat tersebut mewarnai peredaran produk dari tiga entitas produsen ternama, mencakup Antam, Galeri24, serta UBS.
Bagi jenis Galeri24 dan UBS yang disalurkan melalui unit Pegadaian, ketiadaan pergeseran angka ini melanjutkan level yang sudah terbentuk sejak penutupan pasar kemarin.
Bila dicermati pada kepingan satu gram, brand UBS tampil menduduki peringkat teratas dari sisi nominal transaksi.
Di gerai Logam Mulia Antam, pembeli yang ingin mengamankan unit satu gram perlu menyiapkan dana tunai senilai Rp2.690.000.
Angka bersih tersebut akan menjadi Rp2.696.725 apabila telah memperhitungkan kewajiban Pajak Penghasilan (PPh) sebesar 0,25 persen.
Pembaruan data harga harian dari pihak Antam tersebut dipublikasikan secara resmi mulai pukul 08.30 WIB.
Secara bersamaan, etalase Pegadaian menawarkan produk cetakan Galeri24 untuk bobot satu gram pada angka Rp2.669.000.
Adapun produk UBS dengan bobot identik dipatok pada nominal Rp2.729.000, menjadikannya opsi paling bernilai di pasar harian.
Terdapat selisih yang lumayan terasa, di mana opsi UBS lebih tinggi Rp39.000 dari Antam serta berjarak Rp60.000 di atas Galeri24.
Guna melengkapi pilihan, Antam mematok variasi 0,5 gram seharga Rp1.395.000, ukuran 5 gram sebesar Rp13.225.000, sampai tipe 1.000 gram di angka Rp2.630.600.000.
Sementara dalam katalog Pegadaian, tipe 0,5 gram untuk merek Galeri24 dihargai Rp1.400.000, sedangkan merek UBS dilepas senilai Rp1.474.000.
Masyarakat disarankan tetap cermat memantau fluktuasi buyback serta memperhitungkan margin antar lokasi pembelian sebelum mengeksekusi keputusan investasi. (Sin)












