Samarinda – BorneoInsight.com – Suasana berbeda tampak di sejumlah ruas jalan di Samarinda pada Sabtu malam. Untuk pertama kalinya, program Car Free Night (CFN) digelar dan langsung menarik perhatian masyarakat yang memadati lokasi sejak senja.
Keramaian mulai terlihat bahkan sebelum kegiatan resmi dimulai. Warga dari berbagai penjuru kota berdatangan, tidak hanya untuk berolahraga, tetapi juga sekadar menikmati atmosfer malam tanpa lalu lalang kendaraan bermotor.
Menjelang pukul 19.00 WITA, kawasan yang menjadi pusat kegiatan sudah dipenuhi pengunjung. Banyak di antaranya tampak mengabadikan momen, sementara lainnya memilih berjalan santai bersama keluarga.
Program CFN sendiri berlangsung mulai pukul 19.30 hingga 23.00 WITA. Selama pelaksanaan, akses kendaraan bermotor dihentikan sementara untuk memberikan ruang bagi aktivitas masyarakat.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menyampaikan bahwa respons masyarakat yang tinggi menjadi sinyal kuat bahwa program ini memiliki daya tarik tersendiri.

Ia menjelaskan, Car Free Night merupakan bentuk pengembangan dari konsep Car Free Day yang sebelumnya telah berjalan. Perbedaannya, kegiatan ini memberi alternatif bagi warga untuk beraktivitas di malam hari.
Menurutnya, kehadiran CFN tidak hanya berfokus pada rekreasi, tetapi juga membawa pesan penting terkait pengurangan penggunaan kendaraan berbahan bakar minyak.
Ia menilai, kebiasaan masyarakat yang masih bergantung pada kendaraan pribadi perlu diimbangi dengan kebijakan yang mendorong perubahan perilaku secara bertahap.
Dalam pelaksanaannya, warga diajak memanfaatkan ruang jalan untuk kegiatan positif seperti berjalan kaki, bersepeda, hingga aktivitas komunitas lainnya.
Selain itu, suasana yang lebih hening tanpa kebisingan kendaraan menghadirkan pengalaman baru bagi masyarakat. Banyak warga mengaku lebih nyaman menikmati ruang kota dalam kondisi tersebut.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Dinas Perhubungan melakukan pengaturan khusus pada area parkir. Langkah ini diambil agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di sekitar lokasi.
Pengunjung diminta mengikuti arahan petugas dengan memarkir kendaraan di titik yang telah disediakan. Penataan ini menjadi bagian penting dalam menjaga ketertiban selama acara berlangsung.
Pihak terkait juga mengingatkan agar tidak ada praktik parkir liar di sejumlah titik rawan, seperti di kawasan Jalan Harmoni dan sekitarnya, yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk waspada terhadap kemungkinan pungutan tidak resmi. Laporan dari warga sangat diharapkan jika menemukan hal yang tidak sesuai ketentuan.
Melihat tingginya partisipasi pada malam perdana, pemerintah kota menilai CFN berpeluang besar menjadi agenda rutin. Program ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga memperkuat interaksi sosial dan menciptakan budaya hidup yang lebih sehat di tengah masyarakat. (DFA)












